Dominasi Marc Marquez kembali memakan korban setelah pembalap andalan tersebut sukses mengamankan kemenangan krusial dalam sesi Sprint Race Qatar GP. Hasil impresif ini sekaligus semakin memperkokoh posisi sang juara dunia asal Spanyol tersebut di puncak klasemen sementara, dengan keunggulan poin yang kian menggunung atas para rival terdekatnya dalam perburuan gelar juara dunia kariernya yang kesepuluh.
Jalannya balapan pendek di Sirkuit Lusail sama sekali tidak berjalan mudah bagi Marquez. Pada percobaan start pertama, ia sempat gagal mempertahankan posisi terdepan dan harus mengakui keunggulan Marco Bezzecchi yang tampil sangat agresif. Namun, dewi fortuna seolah berpihak ketika bendera merah berkibar menyusul insiden kecelakaan yang melibatkan Francesco Bagnaia dan Fermin Aldeguer, memaksa digelarnya balapan ulang yang menjadi titik balik bagi dominasi sang pembalap Ducati.
Memasuki start kedua, Marquez langsung mengambil alih komando balapan dengan kepemimpinan yang sulit dikejar. Kendati demikian, tensi tinggi tersaji ketika Bezzecchi mencoba melakukan manuver nekat di penultima kurva, memaksa Marquez melakukan aksi balas silang yang cerdik. Petaka kecil akhirnya terjadi pada lap berikutnya di Tikungan 1, di mana kontak fisik antara kedua pembalap tidak dapat dihindarkan setelah Marquez sedikit melebar dan Bezzecchi mencoba memaksa masuk ke celah sempit.
Akibat senggolan keras tersebut, Bezzecchi harus rela tersungkur ke gravel dan mengakhiri peluangnya di sesi tersebut. Selepas balapan, Marquez memberikan penjelasan teknis mengenai insiden yang nyaris merusak ritme balapannya tersebut kepada awak media.
Baca Juga Marc Marquez Hadapi Peluang Juara MotoGP Qatar di Lusail“Mi si e aperto l’air-bag,” ungkap Marquez menjelaskan insiden tersebut, yang jika diterjemahkan berarti kantung udara di baju balapnya mengembang seketika akibat benturan keras. “Per quello dopo quel contatto ho impiegato qualche curva a riprendere il ritmo. A parte questo contatto e andato tutto bene, davvero perfetto.”
Insiden tanpa investigasi lanjutan dari pengawas balapan ini langsung memicu perdebatan sengit di paddock dan kalangan penggemar. Di satu sisi, para pengamat menilai manuver Bezzecchi terlalu memaksakan diri di titik buta, sementara kubu lain menyoroti agresivitas Marquez. Terlepas dari drama kontroversial tersebut, tambahan poin maksimal membuat langkah Marquez menuju tangga juara dunia semakin tak terbendung.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!