Pembalap pabrikan Ducati, Iker Lecuona, melontarkan kritik tajam terhadap kejuaraan WorldSBK menyusul pengumuman regulasi teknis baru untuk musim 2027. Menurut pembalap asal Spanyol berusia 26 tahun tersebut, serangkaian aturan anyar yang dirancang untuk meredam dominasi pabrikan Borgo Panigale dinilai sangat tidak adil dan justru menghukum pihak yang telah bekerja keras mengembangkan motor.
WorldSBK sebelumnya mengumumkan perombakan regulasi besar-besaran menjelang musim 2027, termasuk pergantian pemasok ban dari Pirelli ke Michelin, penyesuaian batas putaran mesin (RPM), pembatasan aliran bahan bakar, serta penerapan sistem konsesi baru. Langkah ini diambil oleh penyelenggara untuk merapatkan jarak kompetisi di barisan depan setelah dominasi mutlak yang diperlihatkan oleh juara dunia Nicolo Bulega dan Lecuona sepanjang musim 2026.
Kendati memahami motif di balik upaya penyelenggara untuk menciptakan persaingan yang lebih ketat, Lecuona merasa bahwa regulasi tersebut secara spesifik menyasar pencapaian luar biasa Ducati. Ia berpendapat bahwa hukuman pembatasan tidak seharusnya dijatuhkan kepada pabrikan yang sukses menunjukkan performa optimal melalui kerja keras di lintasan.
Dalam wawancaranya di Jerez bersama media termasuk Motorsport Week, Lecuona menegaskan pandangannya secara terbuka. Saya pikir aturan yang diubah ini ditujukan untuk Ducati dalam kasus tersebut. Ini bukan cara yang tepat bagi kejuaraan karena tidak adil untuk memangkas kemenangan dari pabrikan yang sedang melakukan pekerjaannya dengan benar demi membantu pabrikan lain yang tidak melakukan apa-apa, ujar Lecuona.
Lebih lanjut, pembalap asal Valencia itu menyarankan agar penyelenggara kejuaraan memberikan bentuk bantuan yang berbeda kepada pabrikan yang tertinggal, alih-alih memberlakukan pembatasan yang merugikan pihak kompetitif. Ia menilai solusi yang lebih sportif adalah dengan memberikan kelonggaran pengujian atau kebebasan pengembangan motor yang lebih luas.
Baca Juga Toprak Razgatlioglu Jalani Pemindaian Bahu Pasca Insiden MandalikaJelas bahwa tidak adil melakukannya dengan cara seperti itu. Bagi saya, akan lebih adil jika Anda memberikan lebih banyak bantuan kepada pabrikan lain untuk berkembang seperti memberikan lebih banyak hari pengujian atau membuka ruang lebih luas untuk mengubah dan mengembangkan motor. Tetapi bagi saya, apa yang mereka lakukan untuk tahun depan sama sekali tidak adil, tambahnya.
Lecuona juga menyoroti sikap pabrikan rival yang terus mendesak adanya perubahan regulasi tanpa melakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja mereka sendiri. Ia menegaskan bahwa kelemahan para pesaing bukanlah kesalahan dari pihak Ducati atau pabrikan lain yang telah berinovasi secara maksimal, termasuk Bimota dan BMW yang menyiapkan motor baru.
Jika merek lain yang banyak bicara itu tidak melakukan apa-apa dan menggunakan motor yang sama selama delapan belas tahun, itu bukan salah kami. Mari kita lihat karena tahun depan setidaknya akan menarik, pungkas Lecuona.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!