Pekan balap yang awalnya menjanjikan performa kompetitif justru berubah menjadi sebuah mimpi buruk bagi Toprak Razgatlioglu. Cedera bahu yang mendera membuat kekuatan fisiknya merosot drastis dan memaksanya untuk mengakhiri balapan hari Minggu lebih cepat dari yang dijadwalkan.
Pembalap tim Pramac Racing tersebut dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan MRI pada bahu kanannya hari Senin ini guna memastikan apakah ia memerlukan tindakan operasi lanjutan. Keputusan ini diambil menyusul kecelakaan parah yang ia alami dalam rangkaian akhir pekan Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika.
Pembalap asal Turki itu terpelanting dengan keras dari kendaraannya saat sesi latihan terakhir hari Sabtu. Benturan keras dengan permukaan aspal menyebabkan bahu kanannya mengalami dislokasi. Meski demikian, secara luar biasa ia sempat memas kembali tulangnya ke posisi semula dan melanjutkan sesi hari itu dengan mengamankan posisi start ke-19 serta finis di posisi yang sama pada sesi sprint.
Kendati sempat memaksakan diri, cedera tersebut mulai memberikan dampak buruk yang signifikan pada balapan utama hari Minggu. Razgatlioglu terpaksa menghentikan perjuangannya setelah melahap delapan putaran saja karena kehilangan tenaga total pada lengan kanannya.
Mantan bintang ajang World Superbike itu mengungkapkan bahwa dirinya tetap nekat turun ke lintasan meskipun pihak tim telah memberinya opsi untuk mundur sebelum balapan dimulai. Ia merasa masih mampu menahan rasa sakit demi memberikan hasil terbaik bagi tim.
"Hari ini, masalah terbesar saya adalah bahu, bukan motor," ujar Razgatlioglu mengenai kendala fisik yang dihadapinya di lintasan.
Baca Juga WorldSBK Prancis: Bulega Pede Sapu Bersih di Superpole Race Magny-Cours"Pada Minggu pagi, kondisi bahu saya terasa sangat buruk. Hari Sabtu tidak begitu buruk karena itu hanya balapan pendek. Namun ketika saya bangun tidur pada Minggu pagi, rasa sakitnya luar biasa dan ruang gerak saya sangat terbatas."
Razgatlioglu menambahkan bahwa rasa sakit bukanlah kendala utamanya, melainkan hilangnya tenaga secara drastis setelah bahunya sempat mengalami pergeseran posisi sebelumnya.
"Saya mendapat obat pereda nyeri, tetapi rasa sakit bukan masalah besar. Masalah terbesarnya adalah ketiadaan tenaga, terutama saat melakukan pengereman. Setiap putaran tenaga saya semakin habis, karena pada tikungan ke kanan yang utama, bahu saya tidak memiliki tenaga yang cukup," imbuhnya.
Ia menegaskan tidak menyesali keputusannya untuk tetap mencoba turun balapan, meyakini bahwa kebanyakan pembalap lain akan langsung menyerah dalam situasi berat tersebut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!