Insiden menegangkan terjadi di paddock Moto2 menyusul keputusan kontroversial dari pengawas balap yang menjatuhkan sanksi berat kepada sejumlah pembalap papan atas. Keputusan ini diumumkan secara resmi pada Sabtu malam waktu setempat setelah sesi kualifikasi rampung digelar di Lusail International Circuit. Sebanyak delapan pembalap terpaksa harus menerima kenyataan pahit berupa penalti turun tiga posisi start untuk balapan utama Grand Prix Qatar menyusul tindakan berkendara lambat yang dinilai membahayakan pembalap lain di atas lintasan.

Permasalahan bermula ketika sesi Q2 berlangsung sengit di mana sekelompok pembalap tertangkap basah melaju terlalu lambat di area krusial yaitu sekitar tikungan pertama. Tindakan menghalangi laju pembalap lain yang sedang dalam usaha mencatatkan waktu putaran cepat langsung memicu investigasi mendalam dari FIM MotoGP Stewards Panel. Dalam keterangan resminya, panel pengawas menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap regulasi balap internasional yang berlaku musim ini.

Berdasarkan investigasi lanjutan, para pemangku kebijakan balap menyatakan bahwa para pelanggar terbukti melanggar pasal 1.21.2 dari buku peraturan FIM Grand Prix. Klasifikasi insiden tersebut dicatat sebagai pelanggaran tipe M2-SR9, yang secara spesifik mengkategorikan tindakan berjalan lambat secara berkelompok di jalur ideal balap hingga mengganggu konsentrasi serta catatan waktu kontestan lain. Salah satu korban dari insiden ini adalah pembalap yang sedang berjuang keras mempertajam catatan waktunya, Daniel Munoz.

- Advertisement -
Advertisement

Meskipun sanksi yang dijatuhkan berupa kemunduran tiga posisi grid, hukuman ini masih tergolong ringan mengingat ini merupakan pelanggaran pertama bagi masing-masing pembalap yang terlibat sepanjang musim kompetisi berjalan. Deretan nama besar yang terkena imbas sanksi ini mencakup kandidat juara dunia serta pembalap dari berbagai tim elit. Manuel Gonzalez yang awalnya mengamankan posisi start kedua harus rela turun tiga strip, begitu pula dengan Izan Guevara yang harus merelakan posisi start optimalnya di grid.

Dampak penalti ini juga dirasakan langsung oleh perwakilan pembalap asal tanah air dan negara tetangga yang memperkuat tim masing-masing. Zonta van den Goorbergh bersama rekan setimnya di Momoven Idrofoglia RW Racing Team harus menerima kenyataan pahit posisi start mereka melorot ke belakang. Situasi serupa dialami oleh pembalap asal Belgia, Barry Baltus, yang memperkuat REDS Fantic Racing setelah sebelumnya mengunci posisi kesebelas dalam sesi kualifikasi yang ketat.

Baca Juga Tren Bursa Transfer WorldSSP: Tim Lebih Lirik Eks Pembalap GP

Selain delapan pembalap yang harus rela kehilangan posisi start ideal mereka akibat penalti grid, insiden terpisah turut mencoreng jalannya sesi latihan bebas. Pembalap BETA Tools SpeedRS Team, Luca Lunetta, kedapatan melakukan pelanggaran serupa saat sesi latihan bebas kedua. Meskipun tidak mendapatkan sanksi penurunan posisi start seperti rekan-rekan seprofesinya, ia tetap diganjar dengan sebuah peringatan resmi dari FIM setelah menghalangi laju Joe Roberts di area tikungan pertama.

Di sisi lain, tidak semua pembalap bernasib sial dalam insiden pemeriksaan pasca-kualifikasi ini karena beberapa nama justru diuntungkan oleh perombakan posisi start. Pembalap muda berbakat asal Belanda yang tampil kompetitif, Collin Veijer, berhasil menghindari segala bentuk sanksi disipliner dari pengawas balap. Berkat catatan waktu impresifnya di posisi kelima serta keuntungan dari penalti yang menimpa para rival di depannya, ia berhak menduduki posisi start yang lebih menguntungkan untuk menghadapi persaingan ketat balapan esok hari.