Jakarta, Nusantara Media – Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan konfirmasi resmi terkait beredarnya video hoaks erupsi Gunung Anak Krakatau.
Video yang diklaim direkam dari atas kapal dan viral di berbagai platform media sosial pada 4 Juli 2026 dinyatakan tidak benar.
Menurut Laporan Khusus Nomor 1159.Lap/GL.03/BGL/2026 yang dikeluarkan tanggal 4 Juli 2026, video tersebut bukan rekaman erupsi Gunung Anak Krakatau terkini. Masyarakat diimbau untuk tidak percaya dan tidak menyebarkan konten yang belum terverifikasi tersebut.
Gunung Anak Krakatau memang mengalami dua kali erupsi kecil sejak awal Juli 2026, yaitu pada 2 Juli 2026 pukul 14:05 WIB dan 3 Juli 2026 pukul 11:50 WIB. Namun, aktivitas vulkanik saat ini masih dalam skala rendah dan berada dalam fase jeda erupsi setelah seri aktivitas sejak 2018-2023.
Gunung api tipe A ini terus menunjukkan aktivitas magmatik berenergi rendah.
Badan Geologi/PVMBG dan MAGMA Indonesia menjadi sumber resmi tunggal informasi aktivitas gunung api ini. Pengamatan dilakukan dari dua pos pengamatan: Kalianda (Lampung Selatan) dan Pasauran (Serang, Banten).
Lokasi: Perairan Selat Sunda, secara administratif berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
Tanggal: Video hoaks beredar pada 4 Juli 2026, sementara erupsi kecil terjadi 2–3 Juli 2026.
Sejarah: Gunung ini dikenal dengan erupsi dahsyat tahun 1883 yang memicu tsunami, serta peristiwa 22 Desember 2018 yang juga menimbulkan tsunami akibat longsoran tubuh gunung.
Penyebaran hoaks dapat menimbulkan kepanikan masyarakat, terutama isu tsunami yang kembali muncul. Padahal, Badan Geologi menegaskan masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung dapat tetap melakukan aktivitas normal sambil mengikuti arahan BPBD setempat.
Status Level III (Siaga) masih diberlakukan dengan rekomendasi teknis sebagai berikut
Masyarakat, wisatawan, dan nelayan dilarang memasuki radius 3 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Waspada terhadap awan panas, lava, lontaran batu pijar, dan hujan abu lebat.
Jangan percaya isu tsunami yang berlebihan.
Informasi resmi hanya melalui kanal Badan Geologi.
Kontak Darurat:
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi: (022) 7272606 (Bandung)
Pos Pengamatan Pasauran: (0254) 651449 atau 085846324506
Masyarakat dapat memantau perkembangan secara real-time melalui:
Website resmi: www.vsi.esdm.go.id dan magma.esdm.go.id
Media sosial Badan Geologi (Facebook, X, Instagram)
Website Badan Geologi: www.geologi.esdm.go.id
Pentingnya Literasi Digital di Tengah Aktivitas Gunung Api
Kasus hoaks video Anak Krakatau ini menjadi pengingat penting akan bahaya misinformasi di era media sosial. Video lama atau dari lokasi lain sering dimanipulasi untuk menarik engagement.
Badan Geologi terus mengingatkan agar masyarakat selalu memverifikasi sumber sebelum menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan keselamatan jiwa.
Gunung Anak Krakatau sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia tetap memerlukan kewaspadaan tinggi. Meski erupsi saat ini berskala kecil, potensi ancaman sekunder seperti tsunami harus tetap diantisipasi melalui jalur resmi.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!