Upaya Colton Herta untuk menembus ajang Formula 1 mengalami drama tak terduga setelah sebuah kesalahan administratif fatal terungkap jelang akhir pekan balap. Pembalap asal Amerika Serikat tersebut saat ini masih tertinggal satu poin dari ambang batas 40 poin yang diwajibkan oleh Federasi Automobil Internasional (FIA) untuk mendapatkan superlicence, dokumen krusial yang menjadi syarat sah membalap di kasta tertinggi balap roda terbuka dunia.

Tim Cadillac sebelumnya menurunkan Herta dalam sesi latihan bebas pertama (FP1) kelima musim ini di Grand Prix Meksiko pada hari Jumat dengan keyakinan penuh bahwa penampilan tersebut akan mengamankan poin terakhir yang ia butuhkan. Namun, investigasi mendalam yang dilakukan oleh FIA justru membuktikan bahwa pemenang sembilan balapan IndyCar itu masih kekurangan satu angka dari syarat minimal yang telah ditetapkan secara regulasi.

Kebingungan administratif ini bermula dari kesalahan luar biasa dalam publikasi klasemen akhir kejuaraan IndyCar yang sempat menempatkan Herta di posisi keenam pada klasemen pembalap musim lalu. Berdasarkan data resmi yang belakangan dikoreksi, Herta sebenarnya mengakhiri musim dengan perolehan poin yang setara dengan Felix Rosenqvist, namun ia secara keliru ditempatkan lebih tinggi dari rivalnya tersebut padahal Rosenqvist mengoleksi finis kedua lebih banyak.

- Advertisement -
Advertisement

Kesalahan pencatatan tersebut baru disadari oleh pihak IndyCar setelah seorang jurnalis mengajukan pertanyaan awal pekan ini, memaksa penyelenggara kejuaraan untuk segera memperbarui klasemen akhir dan menggeser Herta turun ke peringkat ketujuh. Posisi keenam di klasemen sebenarnya bernilai enam poin untuk superlicence, tetapi dengan klasifikasi resmi di posisi ketujuh, FIA mengonfirmasi bahwa koleksi poin Herta berhenti di angka 39.

Sebagai konsekuensi dari penyesuaian regulasi ini, Herta kini diwajibkan untuk menyelesaikan satu sesi latihan bebas tambahan guna mengamankan lisensi balapnya. Merujuk pada Kode Olahraga Internasional, pemegang lisensi super khusus latihan bebas berhak atas satu poin tambahan per ajang Kejuaraan Dunia Formula 1 setelah menuntaskan jarak minimal 100 kilometer tanpa diganjar poin penalti.

Baca Juga Verstappen Perpanjang Kontrak Red Bull Hingga 2030, Dukungan untuk Mekies

Cadillac masih memiliki empat kesempatan tersisa musim ini untuk menurunkan Herta dalam sesi FP1 guna melengkapi kekurangan satu poin krusial tersebut sebelum tenggat waktu musim kompetisi berakhir. Opsi terdekat bagi tim adalah menurunkan sang pembalap pada akhir pekan depan di Grand Prix Sao Paulo atau dua pekan berselang di Las Vegas, di tengah ketidakpastian logistik putaran penutup di Qatar dan Abu Dhabi.

Situasi pelik ini turut memengaruhi dinamika internal tim menjelang bursa transfer musim depan, di mana Cadillac tengah mempertimbangkan opsi untuk mempromosikan Herta sebagai salah satu pembalap utama menggantikan Valtteri Bottas. Terkait performa Bottas saat ini, prinsipal tim Marcin Budkowski memberikan penilaian bahwa sang pembalap asal Finlandia harus mampu menampilkan konsistensi penuh di setiap akhir pekan balapan setelah menunjukkan peningkatan performa di Austin.