Lewis Hamilton sukses mengukir sejarah baru dalam perjalanan karier gemilangnya di ajang Formula 1 setelah berhasil merebut posisi start terdepan atau pole position perdana bersama Ferrari di Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez. Dalam sesi kualifikasi yang berjalan sangat ketat dan penuh drama di GP Meksiko, juara dunia tujuh kali tersebut mampu tampil luar biasa untuk mencatatkan waktu tercepat. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang selama tiga tahun sejak terakhir kali ia merasakan berada di posisi start terdepan pada Grand Prix Hungaria tahun 2023 silam.

Persaingan di atas lintasan begitu menegangkan hingga detik-detik akhir kualifikasi, di mana pembalap senior berusia 41 tahun tersebut hanya mampu unggul tipis dengan selisih waktu 0,009 detik saja atas mantan rekan setimnya di Mercedes, George Russell. Catatan impresif ini tidak hanya memberikan kemenangan moral yang masif bagi skuad Kuda Merah, tetapi juga menempatkan sang bintang Britania Raya dalam buku sejarah sebagai pembalap tertua yang berhasil menguasai kualifikasi Formula 1 sejak pencapaian legenda asal Amerika Serikat, Mario Andretti, bersama Ferrari pada Grand Prix Italia tahun 1982.

Seusai merampungkan sesi kualifikasi yang melelahkan namun memuaskan tersebut, peraih 105 pole position sepanjang kariernya ini tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan emosi mendalam yang melingkupinya. Ia mengakui bahwa pencapaian monumental ini seketika membawanya kembali pada memori masa kecil ketika ia sering kali duduk di depan televisi untuk menyaksikan kejayaan luar biasa yang ditorehkan oleh idola masa kecilnya, Michael Schumacher, bersama tim yang berbasis di Maranello tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam konferensi pers resmi pascalaga, Hamilton menceritakan betapa berartinya momen kebangkitan ini setelah melewati berbagai rintangan, tantangan, serta dinamika naik turun sejak memutuskan bergabung dengan skuad Italia tersebut. Keyakinan kuat yang diberikan oleh manajemen serta seluruh anggota tim kepada dirinya menjadi bahan bakar utama untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik di atas lintasan balap kelas premier dunia ini.

“Sangat lama rasanya sejak terakhir kali saya duduk di posisi ini. Saya bahkan tidak begitu ingat kapan terakhir kali mendapatkan pole. Memulai perjalanan ini bersama Ferrari dengan segala tantangan serta pasang surut yang telah kami lalui, keyakinan saya pada tim ini sangat besar, begitu pula kesempatan serta kepercayaan yang mereka berikan kepada saya,” ungkap Hamilton kepada para awak media.

Baca Juga Carlos Sainz Bahas Situasi Sulit dengan Alonso

Ia menambahkan bahwa mempersembahkan posisi start terdepan pertama bagi skuad legendaris ini menghadirkan sensasi nostalgia yang sangat kuat dalam benaknya. Kenangan masa kecil menonton aksi dominan sang legenda Jerman di masa lalu kini telah berubah menjadi kenyataan yang membanggakan dalam lembaran baru perjalanan karier profesionalnya di ajang balap jet darat.

“Dan untuk mendapatkan pole pertama bersama Ferrari, maksud saya, ya ampun, itu benar-benar membawa saya kembali ke masa ketika menyaksikan Michael mendapatkan semua posisi pole itu saat bersama Ferrari, serta semua kemenangan tersebut. Jadi ini sangat, sangat istimewa,” lanjutnya dengan nada penuh antusias.

Dalam kesempatan terpisah saat berbicara secara eksklusif kepada media, pembalap bernomor mobil ikonik tersebut menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari impian masa kecil yang selama ini ia bagikan bersama keluarga tercinta di rumah. Meskipun usianya tidak lagi muda di kancah olahraga otomotif modern, ia membuktikan bahwa gairah, kecepatan, dan rasa lapar akan kemenangan masih membara di dalam dirinya.