Pekan balap di Autodromo Hermanos Rodriguez mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi Lando Norris setelah sang bintang McLaren gagal memaksimalkan potensi kendaraannya pada sesi kualifikasi Grand Prix Meksiko. Harapan tinggi sempat membumbung tinggi di kubu media Inggris ketika pebalap asal Britania Raya tersebut tampil impresif sebagai yang tercepat kedua pada sesi latihan bebas hari Jumat. Tren positif itu bahkan berlanjut hingga sesi latihan bebas terakhir pada Sabtu pagi di mana ia berhasil mendikte kecepatan lintasan. Dominasi semu tersebut berlanjut ke sesi Q2, di mana ia lagi-lagi keluar sebagai yang tercepat dan memicu asa publik akan kembalinya sang juara dunia ke barisan terdepan grid balap.

Namun, realitas pahit langsung menampar ketika sesi krusial Q3 dimulai dan ketegangan mencapai puncaknya di sirkuit ibu kota Meksiko. Di saat-saat penentuan yang menuntut kesempurnaan, mobil MCL-Sabuk perak tersebut kehilangan magisnya dan Lando Norris hanya mampu mengamankan catatan waktu tercepat keenam. Frustrasi mendalam jelas terpancar dari raut wajah sang pebalap saat ia menemui para awak media pascalatihan penentuan posisi start tersebut. Kegagalan mempertahankan ritme terbaik di Q3 menegaskan bahwa kecepatan murni yang ia tunjukkan sebelumnya hanyalah sebuah anomali sesaat yang lahir dari kerja keras luar biasa di balik kemudi yang sulit dikendalikan.

Dalam sesi wawancara usai kualifikasi, pebalap andalan Mercedes dan para rival lainnya tentu memperhatikan bagaimana kesulitan tim oranye pepaya ini dalam menemukan keseimbangan. Lando Norris secara terbuka menyatakan bahwa posisi start keenam sebenarnya sudah cukup maksimal jika melihat bagaimana karakteristik kendaraannya sepanjang akhir pekan ini. la bahkan menunjuk posisi rekan setimnya yang bernasib lebih tragis karena gagal menembus posisi sepuluh besar grid. Saya tidak berpikir bahwa pole position berada dalam jangkauan, sebelumnya saya hanya mampu mencatatkan satu putaran ajaib jika mempertimbangkan apa yang mampu dilakukan mobil kami saat ini, ujar Lando Norris dengan nada blak-blakan.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, pebalap bernomor mobil khas tersebut menjelaskan betapa rapuhnya batas performa yang ia miliki di atas aspal Autodromo Hermanos Rodriguez. la menegaskan bahwa keberhasilannya mencatatkan waktu sensasional di Q2 tidak akan pernah bisa diulang dengan mudah karena spesifikasi teknis mobil yang memang belum kompetitif secara konsisten. Kita bisa melihat dari posisi Oscar mengenai betapa sulitnya mobil ini dikemudikan, tambahnya mengacu pada sang rekan setim. Oleh karena itu, ia mengaku cukup realistis dengan hasil posisi keenam meski hal tersebut jauh dari kata ideal untuk ukuran seorang penantang gelar juara dunia.

Baca Juga Ferrari Ungkap Baju Balap Spesial untuk F1 GP AS

Menatap jalannya balapan utama Grand Prix Meksiko, sang juara dunia melontarkan proyeksi yang sangat suram mengenai peluangnya mendulang poin maksimal. Dengan spesifikasi teknis mobil yang tidak akan mengalami perubahan drastis jelang lampu start padam, ia meyakini bahwa jalannya lomba akan menjadi sebuah penderitaan panjang. Kami pada dasarnya tidak cukup cepat, dan menyalip pasti akan terasa sangat mengerikan dan sulit dilakukan di sini, keluhnya tanpa menutup-nutupi situasi sulit yang sedang dihadapi timnya. Situasi pelik ini memaksa sang bintang asal Inggris untuk memutar otak dan menurunkan ekspektasi demi mengamankan hasil penyelamatan poin penting di Meksiko.