Akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit Austin menyajikan dinamika tersendiri bagi Lewis Hamilton. Setelah melalui sesi latihan Jumat yang cukup pelik akibat kesalahan arah penentuan pengaturan kendaraan, pembalap asal Inggris tersebut mampu bangkit secara signifikan pada sesi Sabtu. Kerja keras tim semalam membuahkan hasil manis ketika ia berhasil memuncaki sesi latihan bebas ketiga (FP3) dan menunjukkan kecepatan menjanjikan sepanjang sesi kualifikasi awal.

Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung ketat, juara dunia tujuh kali tersebut sukses mengamankan posisi start kelima. Capaian ini terasa sangat tipis dari rekan setimnya, Charles Leclerc, di mana Hamilton hanya terpaut tipis 44 milidetik saja. Mengomentari performa mobilnya kepada Sky Sports UK, sang pembalap mengungkapkan rasa puasnya atas respons kendaraan yang jauh lebih kompetitif dibandingkan hari sebelumnya, meskipun para pesaing berhasil meningkatkan kecepatan mereka di fase akhir.

Kendati demikian, masalah fundamental terkait performa mesin Scuderia Ferrari tetap menjadi sorotan utama sang pembalap dalam mengarungi sisa akhir pekan. Berbicara secara mendalam kepada F1TV, Hamilton merinci kendala tenaga yang dialami kendaraannya di beberapa titik krusial sirkuit Austin, terutama saat memasuki Tikungan 1 di mana ia merasa kehilangan daya dorong optimal dibandingkan para rival terdekatnya.

- Advertisement -
Advertisement

Menurut analisis teknis sang pembalap, keterbatasan kecepatan tertinggi di trek lurus menjadi batu sandungan terbesar bagi timnya musim ini. Ia menyoroti keunggulan tenaga mesin Red Bull yang dinilai sangat impresif karena mampu memberikan tambahan kecepatan hingga beberapa persepuluh detik di lintasan lurus, sementara mobilnya harus mengalami pemotongan tenaga lebih awal sebelum tikungan.

Baca Juga Norris Kehilangan Tiga Persepuluh Detik, Tetap Pole di Madring F1

Menatap balapan utama, pembalap bernomor 44 tersebut memilih untuk bersikap realistis mengenai peluangnya merangsek ke barisan depan. Dengan karakteristik Sirkuit Austin yang dikenal sulit untuk melakukan aksi salip-menyalip, serta kecepatan maksimal lawan di trek lurus, strategi tim akan menjadi kunci utama untuk memaksimalkan hasil akhir balapan.