Lewis Hamilton mengakui bahwa luapan emosinya kepada dinding pit Ferrari saat Grand Prix Belanda bukanlah penampilan terbaiknya. Dalam balapan yang berlangsung di Zandvoort, pebalap asal Inggris itu terlihat frustrasi karena tidak mendapat informasi strategi yang jelas, terutama ketika ia terjebak di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc, yang lebih lambat dengan ban lebih tua.

“Cara yang bagus untuk membuang waktu, kerja bagus,” ujar Hamilton dengan nada sinis melalui radio tim setelah Leclerc akhirnya masuk pit pada lap ke-43. Momen itu menjadi puncak kekesalannya yang sudah menumpuk sejak paruh kedua balapan. Setelah finis, ia menyebut Ferrari masih perlu meningkatkan eksekusi akhir pekan, seraya membandingkan pergantian strategi mulus yang dilakukan Mercedes antara George Russell dan Kimi Antonelli.

Namun, situasi Ferrari sebenarnya lebih rumit. Tim berencana memanggil Leclerc lebih awal, tetapi harus menunda satu lap untuk menghindari lalu lintas. Sementara untuk Hamilton, rencana awalnya adalah bertahan hingga akhir balapan, tetapi tim tidak ingin memberi tahu lawan mengenai strategi tersebut, sehingga komunikasi pun ditunda. Prinsipal tim, Frederic Vasseur, menjelaskan bahwa mereka sengaja tidak langsung memberi tahu Hamilton untuk menjaga kerahasiaan rencana.

- Advertisement -
Advertisement

Kini, melalui media sosial, Hamilton meminta maaf secara terbuka kepada timnya. “Saya sudah mendengarkan kembali komentar radio dan TV saya. Dalam panasnya momen, frustrasi bisa keluar, terutama ketika Anda sangat peduli. Tapi itu bukan versi terbaik dari diri saya. Saya bertanggung jawab atas itu, dan saya akan lebih baik lagi,” tulisnya. Ia menambahkan bahwa gairahnya berasal dari keyakinan pada tim dan apa yang sedang mereka bangun bersama.

Pekan balap di Zandvoort memang tidak berjalan ideal bagi Ferrari. Hamilton finis keempat, sementara Leclerc kelima, setelah Lewis Hamilton sempat tertahan oleh rekan setimnya. Namun, performa terkini Ferrari menunjukkan tren positif; keduanya telah memenangkan grand prix musim ini dan Hamilton duduk di posisi ketiga klasemen dengan poin sama dengan Russell di posisi kedua.

Baca Juga Manajer Verstappen Raih Pujian atas Kenaikan Gaji di Kontrak Baru Red Bull

“Saya sangat bangga dengan semua orang di pabrik yang terus menghadirkan pembaruan, menemukan performa, dan mendorong kami maju. Untuk tim di lintasan, terima kasih. Komitmen dan usaha kalian tidak pernah luput dari perhatian. Kami masih punya pekerjaan rumah, terutama dalam satu lap, tapi kami akan terus menggali dan belajar bersama,” pungkas juara dunia tujuh kali itu.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa tekanan di puncak motorsport bisa memicu reaksi spontan, namun Hamilton menunjukkan kedewasaan dengan meminta maaf dan berjanji memperbaiki diri. Ferrari pun diharapkan dapat memperbaiki komunikasi strategi agar kejadian serupa tidak terulang di seri-seri berikutnya.