Persaingan ketat di sirkuit Interlagos dipastikan bakal menyajikan drama luar biasa setelah tiga nama besar di ajang Formula 1, yakni Lewis Hamilton, Charles Leclerc, dan Max Verstappen, resmi dijatuhi penalti grid untuk Grand Prix Brasil akhir pekan ini. Keputusan taktis ini diambil oleh tim masing-masing menyusul serangkaian evaluasi mendalam usai sesi latihan bebas hari Jumat yang berjalan cukup berat di Sao Paulo, menandai babak penutup dari rangkaian tiga balapan beruntun di kawasan Amerika.

Bagi kubu Scuderia Ferrari, akhir pekan di Autodromo Jose Carlos Pace berubah menjadi tantangan berat setelah mereka memutuskan untuk melakukan pergantian komponen mesin yang telah direncanakan sebelumnya pada mobil SF-26 milik Hamilton dan Leclerc. Langkah krusial ini harus dibayar mahal dengan sanksi penalti turun 10 posisi di grid start untuk masing-masing pembalap. Keputusan tersebut diambil setelah tim asal Maranello itu terpaksa memasang mesin pembakaran internal baru demi menghadapi sisa seri balapan musim ini yang semakin menuntut keandalan teknis tingkat tinggi.

Sementara itu, situasi yang jauh lebih pelik harus dihadapi oleh sang juara bertahan asal Belanda. Verstappen dipastikan harus memulai balapan utama dari posisi paling buncit di barisan belakang grid setelah Red Bull Racing memutuskan melakukan pergantian unit daya secara menyeluruh. Awalnya, tim yang berbasis di Milton Keynes tersebut sempat mengindikasikan niat mereka untuk menunda pergantian komponen selama mungkin. Namun, dinamika di lintasan pada hari Jumat mengubah segalanya secara drastis.

- Advertisement -
Advertisement

Verstappen dilaporkan mengalami sejumlah kendala teknis minor yang membuatnya harus mengakhiri sesi latihan bebas kedua lebih awal, bahkan melewatkan enam menit terakhir sesi krusial tersebut. Meskipun tim awalnya sempat berdalih bahwa masalah itu hanya sebatas inkonsistensi performa biasa, gerak-gerik di garasi langsung memicu kecurigaan. Para mekanik terlihat sibuk membongkar bagian bawah mobil RB22 begitu sang pembalap keluar dari kokpit, sebuah pemandangan yang mengonfirmasi adanya pekerjaan besar di balik layar.

Situasi pelik tersebut akhirnya bermuara pada pelanggaran jam malam oleh para mekanik Red Bull pada Jumat malam, sebelum konfirmasi resmi mengenai pergantian total unit daya diumumkan pada hari Sabtu. Konsekuensinya, Verstappen harus kembali melakoni misi penyelamatan dramatis dari barisan belakang di Sao Paulo—sebuah skenario yang tidak asing baginya. Tahun lalu, ia bahkan mampu melesat dari jalur pit hingga naik ke atas podium, sementara pada musim 2024 ia mencatatkan kemenangan sensasional dari posisi start ke-17 di tengah kondisi lintasan yang menuntut ketahanan mental tinggi.

Baca Juga Raul Fernandez Sebut Hujan Phillip Island Sebagai Tanda MotoGP Harus Kembali

Tidak mau kalah dalam urusan menciptakan sejarah dari barisan belakang, Hamilton juga memiliki memori manis tersendiri di Interlagos. Pembalap berpengalaman asal Inggris ini pernah membuktikan kapasitasnya pada tahun 2021, di mana ia harus berjuang habis-habisan dari posisi ke-20 hingga finis kelima dalam sesi sprint, sebelum akhirnya merebut kemenangan gemilang di balapan utama meskipun harus menerima penalti turun grid.

Kendati demikian, situasi yang dihadapi Hamilton bersama tim barunya saat ini jauh lebih menantang. Leclerc bahkan tidak segan-segan menyebut hari Jumat kemarin sebagai salah satu hari paling sulit sepanjang musim ini, sementara prinsipal tim Frederic Vasseur mengakui bahwa pekerjaan rumah besar masih menanti seluruh anggota skuad untuk mengembalikan daya saing mobil di sisa akhir pekan.

F1 Brazilian GP
Suasana paddock Formula 1 di Autodromo Jose Carlos Pace, Sao Paulo. Foto: Sam Bloxham / LAT Images via Getty Images