Akhir pekan Formula 1 di Sirkuit Interlagos diwarnai drama teknis besar setelah Lewis Hamilton, Charles Leclerc, dan Max Verstappen dipastikan harus menerima penalti grid yang signifikan untuk balapan Grand Prix Sao Paulo. Keputusan ini diambil menyusul pergantian komponen unit daya baru pada mobil mereka masing-masing demi mengantisipasi masalah performa dan keandalan mesin di sirkuit yang menuntut tenaga tinggi tersebut.
Tim Ferrari menjadi sorotan utama setelah duo pembalap mereka mengalami sesi latihan Jumat yang cukup sulit. Baik Hamilton maupun Leclerc dilaporkan mengalami kendala berarti di sektor-sektor cepat Sirkuit Interlagos, memaksa skuad asal Maranello tersebut untuk memasang mesin pembakaran internal atau internal combustion engine baru pada kedua mobil SF-26 mereka untuk menghadapi sisa akhir pekan ini.
Situasi tersebut tampak semakin pelik bagi sang juara dunia asal Inggris, di mana Hamilton sempat mengalami masalah awal pada unit dayanya yang memunculkan kepulan asap dari bagian belakang kendaraannya. Akibat pergantian elemen yang telah melampaui batas alokasi yang diizinkan untuk pertama kalinya musim ini, baik Hamilton maupun rekan setimnya asal Monako harus rela menerima hukuman turun 10 posisi di grid start balapan utama.
Tidak hanya kubu Kuda Jingkrak, juara bertahan dari kubu Red Bull, Verstappen, juga harus menghadapi ujian berat setelah mengalami masalah serupa pada mesinnya. Tim yang berbasis di Milton-Keynes tersebut mengambil keputusan tegas untuk mengganti beberapa komponen sekaligus pada unit daya pembalap asal Belanda itu, yang berujung pada penalti masif sebanyak 30 posisi start dan memaksanya memulai GP Sao Paulo dari barisan paling belakang.
Baca Juga George Russell Bingung Cari Jawaban Usai Gagal Tampil Cepat di GP ASBadai penalti ini tidak berhenti pada ketiga bintang utama tersebut, karena pembalap Mercedes George Russell juga turut dijatuhi hukuman turun lima posisi grid akibat penggunaan ICE baru. Sementara itu, rekan setim Verstappen yakni Sergio Perez juga menerima nasib serupa dengan hukuman penalti 30 posisi grid menyusul pergantian ICE, turbocharger, dan MGU-K pada kendaraannya.
Meski harus memulai lomba dari posisi yang tidak menguntungkan, sejarah membuktikan bahwa para juara dunia ini memiliki kapasitas mental dan kemampuan luar biasa untuk melakukan pemulihan posisi di Interlagos. Mengingat karakter lintasan yang memiliki tikungan mengalir cepat serta lintasan lurus yang panjang, posisi grid belakang tidak pernah menjadi alasan mutlak untuk mencoret peluang mereka, terlebih dengan kombinasi sebelas gelar juara dunia F1 di antara para pembalap tangguh tersebut.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!