Lewis Hamilton kembali meninggalkan sesi kualifikasi dengan perasaan tidak nyaman. Kegagalan eksekusi tim, yang selama ini ia sorot, kembali menghantuinya di GP Italia. Lewis Hamilton hanya mampu menempatkan mobilnya di posisi kelima, nyaris tersingkir di Q2 dengan selisih 0,001 detik.
"Pastinya sangat, sangat sulit," ujar Hamilton kepada Sky Sports. "Mobil terasa sangat baik di latihan, lalu di kualifikasi saya tidak mengubah apa pun. Q1 solid, tapi kemudian kami menunggu terlalu lama di pit lane untuk putaran pertama Q2. Entah kenapa kami tidak punya kecepatan. Mungkin tekanan ban, suhu ban, entahlah, kami perlu menelusurinya."
Kebingungan itu berlanjut di Q3. Hamilton merasa eksekusi tim sangat buruk, membuatnya keluar sendirian tanpa slipstream. Akibatnya, ia kehilangan ritme dan referensi pengereman. "Saat mengikuti mobil lain, Anda tiba lebih cepat beberapa kilometer per jam di tikungan, jadi titik pengereman berubah. Ini soal ritme, dan saya kehilangan ritme di Q3," jelasnya.
Meski demikian, ada sedikit kabar baik. Penalti Oscar Piastri karena menghalangi Liam Lawson mengangkat Hamilton ke posisi keempat, tepat di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc. Leclerc sendiri juga nyaris tersingkir di Q2, selamat hanya 0,008 detik dari Gabriel Bortoleto.
Baca Juga Hamilton Khawatir Kecepatan Puncak Ferrari Kalah dari Mercedes di MonzaLeclerc mengakui ada banyak masalah internal yang harus diatasi, terutama dalam mengoptimalkan power unit di sirkuit yang sangat menuntut ini. "Saya yakin semua orang punya masalah, tapi itu bukan alasan," katanya. Ia juga memuji performa Pierre Gasly yang merebut pole pertamanya. "Pierre dan Alpine melakukan segalanya dengan sempurna. Saya sangat senang untuknya. Tapi sekarang tugas kami untuk bangkit," pungkasnya.
Ferrari memang tampil kurang meyakinkan di kandang sendiri. Kegagalan eksekusi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asal Italia itu, terutama jika ingin bersaing di papan atas. Balapan hari Minggu akan menjadi ujian seberapa besar mereka bisa memperbaiki kesalahan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!