Zandvoort, Belanda — Lewis Hamilton mengakhiri sprint qualifying GP Belanda 2026 dengan rasa frustrasi yang sulit disembunyikan. Ia hanya mampu menempati posisi ketujuh, tertinggal 0,624 detik dari pole sitter George Russell, sementara rekan setimnya di Ferrari, Charles Leclerc, justru tampil gemilang dengan mengunci posisi ketiga, hanya 0,055 detik dari pole. Perbedaan performa yang mencolok di antara dua pembalap Ferrari ini menjadi teka-teki yang harus segera dipecahkan tim asal Maranello itu.

Hamilton mengungkapkan bahwa mobilnya terasa “berbeda total” antara latihan bebas dan kualifikasi. Padahal, perubahan yang dilakukan tim hanyalah penyetelan halus (subtle adjustments). “FP1 terasa baik. Kami membuat penyesuaian kecil pada mobil, tetapi saat memasuki kualifikasi, mobilnya benar-benar berbeda,” ujar Hamilton. Ia pun menegaskan bahwa tim harus segera mengevaluasi data untuk menemukan penyebab masalah tersebut sebelum sprint race yang berlangsung 24 lap pada Sabtu nanti.

Situasi ini kontras dengan apa yang dirasakan Leclerc. Pembalap asal Monako itu justru menyebut lap kualifikasinya sebagai yang terbaik musim ini. “Saya lebih suka start dari posisi pertama, tapi saya sangat senang hari ini. Sejujurnya, ini salah satu lap kualifikasi terbaik saya tahun ini, bahkan mungkin yang terbaik,” kata Leclerc dengan nada optimistis. Ia menambahkan bahwa performa ini menandakan langkah yang tepat bagi tim, terutama setelah jeda panjang musim panas.

- Advertisement -
Advertisement

Perbedaan hasil ini mempertegas dinamika internal Ferrari yang kerap berubah-ubah. Hamilton, yang baru bergabung musim ini, masih beradaptasi dengan karakter SF-26 yang terkenal sensitif terhadap perubahan set-up. Sementara Leclerc, yang sudah bertahun-tahun membalap untuk tim, tampaknya lebih mudah menemukan titik nyaman mobil. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi para insinyur Ferrari untuk menyamakan performa kedua mobil agar tidak lagi timpang.

Baca Juga Lewis Hamilton Minta Maaf ke Ferrari Usai Kegagalan Kualifikasi di Belgian GP 2025

Dari sisi persaingan, sprint qualifying di Zandvoort menyajikan pertarungan ketat tiga tim terdepan. George Russell dari Mercedes berhasil merebut pole, diikuti Lando Norris (McLaren) dan Leclerc. Lima besar hanya terpaut sepersepuluh detik, menunjukkan betapa sengitnya persaingan musim ini. Max Verstappen, yang tampil di depan publik sendiri, harus puas di posisi keenam, tepat di belakang Hamilton.

Dengan hanya satu sesi latihan bebas yang sempat terganggu kondisi lintasan basah di awal, gambaran performa balapan masih belum jelas. Leclerc pun mengakui bahwa ritme balapan masih menjadi tanda tanya. “Kondisi pagi ini agak rumit, jadi kita lihat saja nanti di sprint race. Tapi untuk saat ini, ini awal yang positif untuk akhir pekan,” ujarnya. Sprint race GP Belanda akan menjadi ujian nyata apakah Ferrari bisa mempertahankan performa apiknya atau justru kembali ke masalah set-up yang membelit Hamilton.