Lewis Hamilton mengaku bingung dengan ketidakmampuan Ferrari SF-26 untuk memanaskan ban secara optimal saat lap keluar di Grand Prix Belanda Formula 1. Fenomena ini membuat kedua pembalap Ferrari harus melakukan dua lap pemanasan sebelum mencoba waktu cepat.

Baik Hamilton maupun Charles Leclerc sama-sama membutuhkan dua lap persiapan agar ban berada di suhu ideal di Sirkuit Zandvoort. Hasilnya, mereka hanya mampu finis di posisi kelima dan keenam pada sesi kualifikasi, menyamai hasil terburuk mereka sepanjang musim panas ini, tertinggal tiga hingga empat persepuluh detik dari Lando Norris yang meraih pole position.

“Saya pikir ban adalah biang keladi terbesar hari ini, kami benar-benar kesulitan membuat ban bekerja,” ujar Hamilton. “Ban tidak siap di sektor pertama, di situlah kami kehilangan banyak waktu, lalu mulai membaik di sepanjang lap. Melakukan lap keluar dan lap persiapan, tapi ban masih belum siap untuk Tikungan 1, itu gila. Jadi, Anda tidak punya kepercayaan diri untuk menyerang Tikungan 1. Saya pikir itulah perbedaan terbesar hari ini.”

- Advertisement -
Advertisement

Ketika ditanya apakah mobilnya bisa langsung terbang setelah lap keluar, Hamilton menjawab, “Tidak bisa. Ban masih dingin. Jadi, saya tidak tahu bagaimana mereka melakukannya di akhir sesi. Kami tidak bisa. Untungnya hujan tidak datang, dan kami mendapat kesempatan lap tambahan.”

Baca Juga Liam Lawson Ubah Target F1: Tak Lagi Terpaku pada Red Bull

Hamilton juga mengakui bahwa tim lain lebih baik dalam memanaskan ban, baik pada latihan kemarin maupun sesi kualifikasi hari ini. Leclerc pun memiliki penilaian serupa, meski ia merasa keputusan melakukan dua lap pemanasan adalah pilihan yang tepat. “Dengan bagaimana perasaan ban setelah lap pemanasan, saya tidak menyesal melakukannya, terutama karena hujan tidak turun lebih deras di lap kedua,” kata Leclerc.

Meski hasil kualifikasi kurang memuaskan, Hamilton menilai Ferrari tidak perlu khawatir berlebihan. Ia menyebut pace balap Leclerc “sangat bagus” di sprint dan berharap performa itu berlanjut di balapan utama. Leclerc juga optimistis, mengingat Ferrari sering tampil lebih kuat di race dibandingkan kualifikasi.