Oliver Bearman tidak menahan diri. Pebalap muda Haas itu dengan jujur mengakui bahwa timnya kini menjadi yang terlemah di Formula 1 setelah dilewati Aston Martin di Grand Prix Hungaria. Oliver Bearman menyebut timnya sebagai "tim terbaik ke-10" saat ini, sebuah pernyataan yang menohok performa tim yang sempat mengawali musim 2026 dengan gemilang.

Haas memulai era regulasi baru dengan impresif, mengumpulkan poin di lima dari enam seri pertama. Namun, lima grand prix terakhir berakhir tanpa satu poin pun. Ketertinggalan ini membuat tim asal Amerika Serikat itu kini hanya bertahan di posisi ketujuh klasemen konstruktor. Haas terlihat kesulitan bersaing karena minimnya pengembangan mobil, paket upgrade terakhir mereka datang di Montreal pada bulan Mei.

Di Budapest, Bearman tersingkir di Q1. Sementara itu, Aston Martin yang membawa upgrade besar-besaran berhasil menempatkan kedua pebalapnya di depan Haas. Aston Martin bahkan akan segera mendapatkan mesin Honda yang diperbarui di Zandvoort, membuat prospek Haas semakin suram.

- Advertisement -
Advertisement

"Kami punya beberapa balapan pertama yang sangat, sangat bagus di mana mobilnya cepat dan kami sangat senang," ujar Bearman. "Tapi kemudian, langkah demi langkah, yang lain menyusul, yang lain menyalip, dan sekarang mereka meninggalkan kami total."

Bearman mengenang momen di Australia di mana ia bisa menyalip kedua mobil Racing Bull dengan mudah. "Kami tidak akan bermimpi untuk melakukan itu sekarang," katanya. "Lucu bagaimana semuanya berubah dengan cepat. 2025 adalah tahun pertama yang baik bagi kami, tapi 2026 lebih seperti apa yang kami lihat di masa lalu: memulai dengan sangat kuat, tapi tidak bisa meningkatkan diri seperti yang lain."

Baca Juga Kontrak Williams: Albon Pilih Satu Musim, Sainz Tetap Setia

Masalah utama Haas, menurut Bearman, adalah keterbatasan anggaran. Sebagai tim privatir dengan budget terkecil di grid, mereka kesulitan bersaing dengan pabrikan raksasa seperti Mercedes, Ferrari, dan Aston Martin. "Itu adalah masalah terbesar," tegasnya. "Kami bekerja sangat keras untuk mengubahnya, tapi itulah kenyataannya sekarang."

Dengan musim yang masih panjang, Haas harus segera mencari cara untuk bangkit. Jika tidak, mimpi untuk bersaing di papan tengah akan semakin jauh dan posisi ketujuh di klasemen pun terancam.