LAMPUNG , Nusantara Media – Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik pada Selasa (7/7/2026).
Berdasarkan laporan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung api dengan ketinggian 157 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut terpantau mengalami erupsi.
Periode pengamatan yang berlangsung pada pukul 06.00 hingga 12.00 WIB mencatat adanya letusan dengan kolom abu setinggi 100 meter di atas puncak kawah. Asap letusan teramati berwarna kelabu, menunjukkan aktivitas magmatik yang masih berlangsung di dalam tubuh gunung.
Selain letusan, instrumen seismograf di Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau juga merekam serangkaian aktivitas kegempaan yang cukup intens. Sepanjang periode tersebut, tercatat 1 kali gempa letusan dengan amplitudo 11,3 mm dan durasi 15 detik.
Selain itu, terekam 4 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-6,8 mm serta 11 kali tremor harmonik dengan amplitudo mencapai 17,5 mm.
Kondisi tremor menerus atau microtremor juga terekam dengan amplitudo dominan di angka 1 mm, yang mengindikasikan adanya pergerakan magma atau fluida di bawah permukaan gunung.
Dari sisi visual, cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cerah hingga berawan dengan suhu udara berkisar antara 27,2 hingga 30 derajat Celsius.
Asap kawah terpantau berwarna putih, kelabu, hingga kecokelatan dengan intensitas tipis hingga tebal, dengan ketinggian asap mencapai 150 meter dari puncak kawah.
Hingga saat ini, pihak PVMBG dan Badan Geologi Kementerian ESDM masih mempertahankan status Gunung Anak Krakatau di Level III (Siaga). Mengingat potensi bahaya yang masih mengancam, pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi tegas bagi seluruh masyarakat, wisatawan, maupun pendaki.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif," ujar Muhammad Dika Nurzaman, petugas pos pengamatan dalam laporannya.
Selain larangan mendekati area kawah, warga di pesisir pantai sekitar juga diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap setiap informasi resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Meskipun kondisi ombak laut saat ini terpantau tenang, masyarakat diminta tidak terpancing oleh berita bohong atau hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya terkait aktivitas gunung api.
Pihak PVMBG terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Anak Krakatau selama 24 jam penuh. Masyarakat dapat memantau informasi terkini melalui laman resmi MAGMA Indonesia di *magma.esdm.go.id* atau melalui kanal media sosial resmi PVMBG untuk mendapatkan update data terbaru secara *real-time.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!