Lampung Selatan ,Nusantara Media — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau melaporkan terjadinya erupsi signifikan pada salah satu gunung api paling aktif di perairan Selat Sunda ini. Berdasarkan data resmi dari aplikasi MAGMA Indonesia, letusan tersebut tercatat terjadi pada pukul 11:57 WIB dengan dinamika magmatik yang masih sangat tinggi.

​Berdasarkan laporan pengamatan visual di lapangan, letusan ini menghasilkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi sekitar 400 meter di atas puncak. Jika dihitung dari permukaan laut, posisi puncak abu vulkanik tersebut berada di kisaran 557 meter di atas permukaan laut (mdpl).

​Material vulkanik dan abu terpantau memiliki intensitas tebal dengan dominasi warna kelabu hingga hitam pekat. Berdasarkan pantauan arah angin, hembusan material abu tersebut bergerak condong ke arah barat daya Selat Sunda.

- Advertisement -
Advertisement

​Rekaman data dari stasiun seismograf setempat menunjukkan bahwa erupsi ini memiliki karakteristik amplitudo maksimum mencapai 55 mm. Sementara itu, durasi letusan tercatat berlangsung selama kurang lebih 2 menit 19 detik.

​Aktivitas vulkanik yang fluktuatif ini semakin memperkuat data pemantauan bahwa dapur magma Gunung Anak Krakatau masih sangat aktif dan mengalami suplai dinamika magmatik dari dalam perut bumi.

​Meskipun demikian, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa seluruh rangkaian aktivitas vulkanik ini terus dievaluasi secara ketat selama 24 jam penuh. Tim pos pengamatan juga senantiasa berkoordinasi secara intensif dengan pemangku kepentingan di daerah, baik di wilayah Lampung maupun Banten. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebaran informasi mitigasi bencana dapat tersampaikan dengan cepat, akurat, dan tepat sasaran kepada masyarakat luas serta para nelayan di sekitar Selat Sunda.

​Seiring dengan rangkaian erupsi yang terus terjadi, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih ditetapkan pada Level III (Siaga).

Baca Juga Babinsa Karangtengah Sigap Evakuasi Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Blitar Akibat Angin Kencang

​Pihak berwenang mengeluarkan rekomendasi tegas demi keselamatan bersama bagi seluruh pihak:

- Seluruh masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati kawasan puncak atau melakukan aktivitas apapun di dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

-Para nelayan, pelaku wisata bahari, serta operator pelayaran di perairan Selat Sunda diimbau untuk selalu memantau perkembangan cuaca serta informasi resmi dari Badan Geologi sebelum beraktivitas di laut.

-​ Warga yang berada di wilayah terdampak arah angin disarankan untuk senantiasa menyiapkan masker guna menghindari risiko gangguan kesehatan, khususnya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan abu vulkanik.

​Pemerintah daerah bersama Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah mempercayai sumber informasi yang tidak resmi atau hoaks terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau. Informasi terkini dapat diakses secara berkala melalui kanal resmi MAGMA Indonesia atau pos pengamatan terpadu.