MotoGP, Nusantara Media - Pemilik baru Red Bull KTM Tech3, Guenther Steiner, menyoroti percepatan bursa pembalap MotoGP 2027 yang dinilai sudah bergerak sangat dini meski musim 2026 baru saja dimulai di Buriram, Thailand. Grand Prix Thailand menjadi akhir pekan pertamanya secara resmi memimpin struktur Tech3 setelah proses akuisisi rampung, namun perhatian paddock justru telah bergeser pada dinamika kontrak dua musim mendatang.

Percepatan pembicaraan kontrak ini tidak terlepas dari perubahan regulasi besar yang akan diberlakukan mulai 2027, ketika MotoGP beralih ke mesin 850cc. Pergantian spesifikasi tersebut diperkirakan akan mengubah karakter performa motor secara signifikan, mulai dari output tenaga, efisiensi bahan bakar, hingga pendekatan aerodinamika dan distribusi bobot. Dalam konteks itu, pabrikan dan manajemen pembalap mulai menyusun strategi jangka panjang lebih awal guna mengamankan posisi kompetitif pada era regulasi baru.

Sejumlah nama papan atas telah dikaitkan dengan potensi perpindahan tim, termasuk Pedro Acosta, Francesco Bagnaia, Fabio Quartararo, Jorge Martin, serta Luca Marini. Meskipun belum ada pengumuman resmi terkait kontrak 2027, intensitas spekulasi menunjukkan bahwa negosiasi awal sudah mulai berjalan di berbagai lini.

- Advertisement -

Steiner mengaku terkejut melihat cepatnya dinamika tersebut berkembang, terutama karena musim 2026 bahkan belum menyelesaikan satu balapan pun ketika pembicaraan 2027 mulai mencuat.

“Sejujurnya saya sangat terkejut melihat betapa cepatnya pergerakan bursa pembalap dimulai di sini.”

“Ini cukup mengejutkan bagi saya karena musim bahkan belum benar-benar dimulai, tetapi para pembalap sudah membicarakan di mana mereka akan berada pada 2027.”

Ia juga mempertanyakan dampak psikologis dari komitmen jangka panjang terhadap fokus performa jangka pendek.

“Ini situasi yang agak aneh. Musim belum dimulai, tetapi jika seorang pembalap sudah memprediksi dirinya berada di tim lain pada 2027, saya tidak tahu bagaimana itu memengaruhi motivasinya untuk 2026.”

Dalam struktur tim satelit seperti Tech3, stabilitas pembalap memiliki peran penting dalam kesinambungan pengembangan teknis bersama KTM. Perubahan kontrak yang terlalu dini berpotensi memengaruhi arah pengembangan motor karena filosofi teknis 850cc dapat berbeda secara mendasar dibandingkan paket 1000cc saat ini.

Di lintasan, fokus Tech3 tetap pada peningkatan performa jangka pendek. Pada sesi Practice Jumat di Buriram, Maverick Vinales menempati posisi ke-12, sementara rekan setimnya Enea Bastianini finis ke-17. Hasil tersebut menegaskan bahwa pekerjaan teknis masih menjadi prioritas utama sebelum tim sepenuhnya terlibat dalam negosiasi kontrak jangka panjang.

Spekulasi juga mengaitkan Vinales dengan kemungkinan promosi ke tim pabrikan KTM apabila terjadi pergeseran susunan pembalap utama. Namun hingga saat ini tidak ada konfirmasi resmi dari KTM maupun pihak pembalap mengenai arah pembicaraan tersebut. Dalam konteks perubahan regulasi, keputusan kontraktual akan sangat menentukan struktur proyek teknis pabrikan pada fase transisi.

Bursa pembalap MotoGP 2027 menjadi semakin strategis karena era 850cc diprediksi akan menciptakan keseimbangan kompetitif baru. Tim yang mampu mengamankan kombinasi pembalap dan proyek pengembangan lebih awal berpotensi memperoleh keuntungan adaptasi saat regulasi baru diterapkan. Di sisi lain, percepatan negosiasi juga membawa risiko gangguan konsentrasi terhadap kampanye berjalan.

Steiner menegaskan bahwa Tech3 akan mengambil pendekatan terukur dan tidak terburu-buru dalam menentukan arah jangka panjang. Konsolidasi struktur manajemen dan evaluasi performa musim 2026 tetap menjadi prioritas sebelum membuat komitmen besar untuk 2027. Dalam lingkungan MotoGP modern yang sangat kompetitif, strategi kontrak dan pengembangan teknis kini berjalan beriringan sebagai faktor penentu keberhasilan.

Seiring musim 2026 bergerak melampaui putaran pembuka di Thailand, dinamika bursa pembalap MotoGP 2027 diperkirakan akan terus berkembang. Dampak nyata dari pembicaraan dini tersebut terhadap performa di lintasan akan menjadi salah satu indikator penting apakah strategi jangka panjang benar-benar memperkuat posisi tim atau justru memengaruhi stabilitas kompetitif sepanjang musim.