Pembalap George Russell telah mengonfirmasi rencana strategisnya untuk kembali menerima penalti grid Formula 1 pada putaran Grand Prix Las Vegas yang dijadwalkan berlangsung pada bulan November mendatang. Langkah ini diambil menyusul kebutuhan tim dalam memasok komponen unit daya baru yang telah melampaui batas alokasi regulasi resmi untuk sepanjang musim kompetisi tahun ini.

Keputusan tersebut mencuat setelah pebalap asal Inggris berusia 28 tahun itu sebelumnya harus rela memulai balapan dari posisi paling buncit pada Grand Prix Singapura akibat pergantian komponen serupa. Situasi pelik ini berakar dari kegagalan unit daya yang dialaminya pada fase krusial Grand Prix Bahrain di Malaysia, sebuah insiden menyakitkan yang membuat pasokan komponen mesinnya menipis drastis hingga penghujung tahun.

Meskipun spekulasi awal memperkirakan pabrikan Mercedes bakal memperkenalkan spesifikasi unit daya yang telah ditingkatkan pada Grand Prix Amerika Serikat, Russell justru memberikan indikasi berbeda. Ia menyatakan bahwa penalti akibat penggunaan komponen anyar tersebut kemungkinan besar baru akan diambil tiga balapan berselang di Sirkuit Jalan Raya Las Vegas, mengingat pemilihan waktu yang lebih strategis.

- Advertisement -
Advertisement

Berbicara kepada Sky Sports F1 mengenai kapan ia akan mengaplikasikan elemen unit daya yang ditingkatkan tersebut, Russell menjelaskan pertimbangannya secara terbuka. "Itu mungkin akan terjadi lebih lambat musim ini sejujurnya - mungkin Las Vegas. Tapi itu akan ada di sana pada suatu titik," ungkap Russell. Ia menambahkan, "Sekarang kami memiliki pilihan untuk mengambilnya kapan pun kami inginkan dan kami akan memilih trek yang sedikit lebih mudah untuk disalip."

Baca Juga Nico Rosberg: Carlos Sainz Harus Disalahkan untuk Masalah Overtaking di Madring

Kendala kendala teknis dan rangkaian masalah reliabilitas sepanjang musim ini membuat posisi Russell tertinggal cukup jauh, yakni terpaut 102 poin dari rekan setimnya di Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, dalam perburuan gelar juara dunia. Dengan sisa enam seri yang belum digelar, peluang mahkota juara dunia pertama bagi pembalap muda asal Italia tersebut bahkan bisa disegel secepat seri berikutnya di Austin apabila skenario poin terpenuhi.

Menyadari bahwa kans perburuan gelarnya telah tertutup secara matematis, fokus utama juara Grand Prix ini kini bergeser sepenuhnya. Target sisa musim baginya adalah membantu tim mengatasi permasalahan pada paket peningkatan performa mobil yang sempat debut di Malaysia namun justru menimbulkan tantangan teknis tersendiri.