Otoritas penyiaran Australia mengambil tindakan tegas terhadap penyedia layanan televisi berbayar setelah menemukan adanya penayangan logo jenama tembakau era lampau dalam sebuah ajang balap demonstrasi. Peristiwa ini bermula ketika Jaxon Evans mengemudikan mobil balap formula legendaris milik mendiang Tim Miles, yakni eks-Jos Verstappen Swift DB4, di Sirkuit Highlands Motorsport Park pada akhir Januari lalu. Mobil tersebut turun ke lintasan dalam rangka balapan penghormatan untuk mengenang sang tokoh Selandia Baru, namun justru memicu kontroversi hukum penyiaran yang cukup pelik di negeri kanguru.
Permasalahan ini mencuat setelah Australian Communications and Media Authority (ACMA) menerima pengaduan resmi dari masyarakat terkait penayangan logo jenama rokok ikonik yang melekat pada bodi kendaraan tersebut. Berdasarkan regulasi penyiaran setempat yang merujuk pada Undang-Undang Layanan Penyiaran serta Undang-Undang Kesehatan Masyarakat Terkait Tembakau dan Produk Lainnya, segala bentuk iklan rokok atau produk rokok elektrik dilarang keras untuk disiarkan di wilayah yurisdiksi penyiaran nasional tanpa terkecuali.
Dalam investigasi mendalam yang dilakukan oleh ACMA, terungkap bahwa mobil balap bersejarah itu menampilkan jenama rokok terkenal seperti Marlboro dan Peter Jackson secara sangat jelas. Atribut jenama tersebut tidak hanya terlihat sekilas, melainkan mendominasi siaran langsung balapan berdurasi 20 menit tersebut, termasuk kemunculan sorotan kamera jarak dekat yang berdurasi hingga 40 detik penuh yang memperlihatkan tulisan merek rokok secara gamblang kepada para pemirsa di rumah.
Pihak penyedia siaran televisi kabel sempat mengajukan pembelaan bahwa kemunculan logo-logo tersebut sama sekali bukan berfungsi sebagai sarana promosi komersial. Menurut argumen pembelaan tersebut, penayangan livery klasik ini murni bertujuan untuk merayakan warisan dunia balap motor masa lalu dan menghormati nilai sejarah kendaraan tersebut. Tidak ada ikatan kontrak komersial kontemporer antara pihak penyelenggara siaran dengan korporasi produsen tembakau manapun dalam penayangan acara penghormatan tersebut.
Kendati demikian, otoritas pengawas penyiaran tetap bersikap tegas dan menyatakan bahwa keberadaan niat historis tidak dapat membatalkan aturan hukum positif yang berlaku. Anggota Dewan ACMA, Carolyn Lidgerwood, menegaskan bahwa konteks historis kendaraan tidak memberikan pengecualian hukum bagi lembaga penyiaran untuk mengabaikan pembatasan iklan tembakau. "Kami menyadari bahwa ini adalah kendaraan bersejarah dan balapan diadakan untuk alasan peringatan, namun keadaan tersebut tidak mengecualikan Foxtel dari kewajiban mematuhi aturan periklanan tembakau," ujar Carolyn Lidgerwood dalam keterangan resminya.
Baca Juga Ferrari Challenge Ubah Jadwal 2027 dan Lepas dari SpeedSeriesLebih lanjut, otoritas pengawas berpendapat bahwa pemirsa rasional yang menyaksikan tayangan televisi tersebut akan dengan mudah mengasosiasikan merek-merek yang tertera dengan produk tembakau sungguhan yang beredar di pasaran. Paparan visual yang berulang, termasuk tayangan ulang gerak lambat, dinilai memiliki daya dorong kuat yang berpotensi mempromosikan produk tembakau kepada khalayak luas, terlepas dari ketiadaan transaksi finansial atau perjanjian komersial yang mendasarinya.
Putusan ini dinilai sangat menarik dan menjadi sorotan tajam di tengah dinamika komunitas balap mobil klasik di Australia yang saat ini sedang berjuang keras untuk mendapatkan kelonggaran hukum. Para pelaku dan pecinta balap sejarah di kawasan tersebut tengah berupaya memperjuangkan agar penggunaan jenama tembakau asli tetap diizinkan pada kendaraan-kendaraan bersejarah demi menjaga keaslian estetika era keemasan motorsport dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!