Formula 1, Nusantara Media - Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, mengeluarkan pernyataan resmi menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak langsung pada agenda motorsport internasional. Situasi keamanan regional menjadi perhatian serius menjelang sejumlah ajang FIA yang dijadwalkan berlangsung di kawasan tersebut.
Ketegangan meningkat setelah serangan militer terhadap Iran dilaporkan terjadi pada akhir pekan, dengan respons balasan yang dirasakan di beberapa negara kawasan, termasuk Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Lebanon, dan Arab Saudi. Dampak langsung terhadap dunia balap sudah terlihat melalui pembatalan uji coba dua hari Pirelli di Bahrain, menyusul penutupan wilayah udara dan bandara di sejumlah negara. Sejumlah staf dari Pirelli, McLaren, dan Mercedes dilaporkan terdampak pembatasan perjalanan.
Musim FIA World Endurance Championship (WEC) dijadwalkan dimulai di Qatar dalam waktu dekat, sementara Formula 1 memiliki agenda balapan di Bahrain dan Arab Saudi pada April. Dalam konteks tersebut, FIA bersama promotor kejuaraan disebut terus memantau perkembangan situasi secara cermat sebelum mengambil keputusan terkait kelangsungan event.
Dalam pernyataan resminya, Ben Sulayem menyampaikan keprihatinan mendalam atas korban jiwa yang timbul akibat konflik tersebut.
“Sebagai Presiden FIA, pikiran saya tertuju kepada semua pihak yang terdampak oleh peristiwa terbaru di Timur Tengah. Kami sangat berduka atas hilangnya nyawa dan berdiri bersama keluarga serta komunitas yang terkena dampak.”
Ia juga menyerukan stabilitas dan keselamatan sebagai prioritas utama di tengah ketidakpastian.
“Dalam momen ketidakpastian ini, kami berharap adanya ketenangan, keselamatan, dan kembalinya stabilitas secepat mungkin. Dialog dan perlindungan warga sipil harus tetap menjadi prioritas.”
FIA menegaskan bahwa komunikasi intensif tengah dilakukan dengan klub anggota, promotor kejuaraan, tim, dan personel di lapangan untuk memastikan setiap keputusan didasarkan pada pertimbangan keselamatan.
“Kami berada dalam kontak erat dengan Klub Anggota kami, promotor kejuaraan, tim, dan rekan-rekan di lapangan saat kami memantau perkembangan secara hati-hati dan bertanggung jawab.”
“Keselamatan dan kesejahteraan akan menjadi panduan dalam keputusan kami saat menilai event yang akan datang untuk FIA World Endurance Championship dan FIA Formula One World Championship.”
Ben Sulayem juga menekankan pentingnya solidaritas dalam komunitas motorsport global.
“Organisasi kami dibangun atas dasar persatuan dan tujuan bersama. Persatuan itu kini lebih penting dari sebelumnya.”
Dengan kalender WEC dan Formula 1 yang melibatkan sejumlah negara di kawasan terdampak, perkembangan geopolitik dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi faktor krusial dalam menentukan keberlanjutan jadwal balapan. FIA menegaskan bahwa keselamatan personel dan peserta akan menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan final diumumkan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!