Tim Ferrari kembali gagal mengakhiri puasa panjang posisi pole mereka setelah sesi kualifikasi yang berjalan penuh drama, menempatkan para pembalap mereka di baris kedua dan ketiga grid start. Meskipun sempat menunjukkan kecepatan menjanjikan sepanjang sesi latihan bebas, skuad asal Maranello ini harus puas melihat Charles Leclerc dan rekan setimnya kehilangan momentum krusial di detik-detik akhir Q3. Hasil ini memperpanjang catatan nir-pole Ferrari sejak Grand Prix Hungaria pada musim panas 2025, sebuah fakta yang menggarisbawahi betapa tipisnya margin kompetisi di barisan depan Formula 1 musim ini.

Sepanjang akhir pekan, mobil SF-26 yang membawa paket pembaruan terbaru tampak sangat kompetitif di tangan Charles Leclerc dan Lewis Hamilton. Keduanya mampu mengimbangi kecepatan para rival terdepan dalam sesi latihan, bahkan sempat memuncaki catatan waktu. Namun, dinamika berubah drastis ketika kualifikasi memasuki fase penentuan. Berbeda dengan Kimi Antonelli yang tampil mengejutkan dan merebut pole position, kubu Kuda Jingkrak justru kehilangan sepersekian detik berharga di sektor pamungkas akibat kesalahan kecil dalam eksekusi.

Menanggapi hasil kualifikasi yang menempatkan mobil-mobil merah di posisi keempat dan kelima, kepala tim Frederic Vasseur memilih untuk tetap tenang dan tidak membesar-besarkan situasi. Pria asal Prancis tersebut menegaskan bahwa jarak waktu dengan barisan terdepan sangatlah tipis, sehingga potensi mobil sebenarnya masih ada. Menurut Vasseur, kesalahan kecil pada upaya terakhir di tikungan-tikungan penutup menjadi satu-satunya pembeda antara posisi start saat ini dan baris terdepan yang diidamkan oleh para tifosi.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam wawancaranya usai sesi kualifikasi, Vasseur menjelaskan secara rinci dinamika yang terjadi di garasi timnya. "Sapevamo che saremmo stati tutti molto vicini visto che eravamo davanti nelle prove libere, ma per un paio di centesimi. Purtroppo l’ultimo giro, quantomeno per Charles, e andato bene solo fino alle ultime curveg Era molto piu veloce rispetto al tentativo precedente, ma poi ha fatto un piccolo errore," ujar Vasseur menyoroti performa mobil yang dikemudikan oleh pembalap asal Monako tersebut, seperti dilansir dari FormulaPassion.

Lebih lanjut, pimpinan skuad asal Italia itu mengalihkan fokus sepenuhnya pada jalurnya perlombaan utama esok hari. Vasseur percaya bahwa karakteristik sirkuit dan manajemen ban akan menjadi faktor penentu yang membuka peluang lebar bagi timnya untuk melakukan perbaikan posisi. Meskipun mengakui adanya sedikit kekurangan dalam hal kecepatan tertinggi di lintasan lurus, ia optimistis bahwa tingkat keausan ban yang tinggi justru akan menguntungkan strategi balap mereka di atas kertas.

Baca Juga Piastri Terancam Penalti, Verstappen Spin di GP Inggris 2025

"Ci sara un enorme degrado gomme e penso che sara un GP che ci presentera alcune opportunita per fare bene. Faticheremo un po’ per la mancanza di velocita di punta, ma il degrado sara piu importante," tegas Vasseur mengenai prediksi jalurnya balapan. Ia juga menambahkan bahwa kunci utama bagi timnya adalah memaksimalkan potensi penuh kendaraan tanpa melakukan kesalahan operasional sekecil apa pun di lintasan.

Menutup analisisnya menjelang hari perlombaan, sang kepala tim mengingatkan pentingnya momen start dan manuver awal di tikungan pertama yang kerap menjadi titik krusial di sirkuit tersebut. Dengan ritme balap yang konsisten sejak sesi latihan pertama, Ferrari memegang modal berharga untuk bertarung di barisan depan. Seluruh anggota tim kini diarahkan untuk mengevaluasi data terakhir demi memastikan paket pembaruan aerodinamika dapat bekerja secara optimal dalam jarak balapan penuh.