Insiden menegangkan yang melibatkan Fermin Aldeguer dan Pecco Bagnaia dalam balapan sprint MotoGP Grand Prix Qatar telah memicu perdebatan sengit di paddock. Pembalap Gresini tersebut menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan manuver yang terlampau berbahaya atau ceroboh dalam insiden yang berujung pada kecelakaan horor tersebut. Tabrakan keras itu tidak hanya menghentikan jalannya sesi secara prematur dengan bendera merah, tetapi juga meninggalkan dampak serius bagi sang juara dunia pabrikan Ducati yang harus menderita berbagai patah tulang pada bagian kakinya.
Kecelakaan bermula ketika Aldeguer tengah terlibat dalam duel ketat melawan pembalap KTM, Pedro Acosta, saat keluar dari Tikungan 15 Sirkuit Lusail. Dalam kondisi tekanan tinggi tersebut, Aldeguer salah memperhitungkan titik pengereman menjelang tikungan terakhir. Niat awal untuk merebut kembali posisi dari Acosta justru berujung pada benturan tak terhindarkan dengan Bagnaia, yang langsung terlempar dalam kecelakaan hebat dan membutuhkan perawatan medis intensif di sisi lintasan sebelum balapan akhirnya dihentikan sementara.
Sebagai konsekuensi atas insiden tersebut, pengawas balapan menjatuhkan hukuman penalti dua putaran panjang kepada Aldeguer untuk dijalani pada balapan sprint yang dimulai ulang. Berbicara kepada awak media usai balapan, pembalap muda berbakat ini mengungkapkan bahwa dirinya telah mendatangi garasi tim Ducati untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Bagnaia dan para kru, meskipun ia tetap mempertahankan sudut pandangnya terhadap insiden di tikungan terakhir tersebut.
Dalam keterangannya, Aldeguer menjelaskan bahwa dirinya melihat celah setelah Acosta keluar dari Tikungan 15 dengan kurang begitu baik. Namun, situasi di lintasan Lusail yang terkenal licin di luar jalur balap utama membuat usahanya menghentikan laju motor menjadi sangat sulit. Kondisi aspal di luar racing line digambarkan ibarat sebuah perjudian besar, di mana cengkeraman ban berkurang drastis dan membuatnya kehilangan kendali optimal saat melakukan pengereman keras di detik-detik krusial.
Dilansir dari Crash.net, Fermin Aldeguer mengungkapkan pembelaannya mengenai manuver kontroversial tersebut. "Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada Pecco dan tim. Saya sudah mampir ke garasinya dan mencoba menjelaskan sejelas mungkin apa yang terjadi. Kecelakaan itu memang sangat spektakuler, tetapi dari sudut pandang saya, saya tidak merasa membuat manuver yang begitu gila," ujar Aldeguer kepada media.
Baca Juga Peringkat Pembalap MotoGP Grand Prix Australia 2026 di Phillip IslandIa menambahkan bahwa dirinya hanya memanfaatkan peluang sekecil apapun yang ada di depan mata. "Saya sedang mencoba merebut kembali posisi dari Pedro, yang keluar dari Tikungan 15 dengan buruk. Saya melihat peluang untuk menyusul di tikungan terakhir, tetapi jelas dia, setelah keluar dengan buruk, mencoba mempertahankan posisinya. Kami berada sedikit melewati separuh jalur trek, ke arah kanan, dan kita tahu bahwa di sini di Qatar, ketika Anda keluar dari jalur balap, itu seperti sebuah perjudian. Saya tidak dapat mengerem motor seperti yang saya inginkan," imbuhnya.
Setelah merampungkan hukuman penalti double long lap, Aldeguer akhirnya harus puas finis di posisi kesebelas, terpaut hampir sepuluh detik dari pemenang garasi terdepan. Meski demikian, ia memandang penting untuk segera menuntaskan sanksi tersebut agar bisa fokus penuh menghadapi balapan utama keesokan harinya tanpa beban hukuman tertunda.
Menutup perbincangannya mengenai respons dari garasi pabrikan Borgo Panigale, Aldeguer mengakui adanya perbedaan reaksi dari orang-orang di dalam paddock. "Pada akhirnya, beberapa orang memahami bahwa hal-hal semacam ini dapat terjadi dalam balapan, sementara yang lain mengambilnya secara lebih personal. Tetapi saya hanya bisa meminta maaf dan mencoba mencegah hal seperti ini terjadi lagi pada balapan-balapan berikutnya. Pada akhirnya, begitulah keadaannya: terkadang Anda membuat kesalahan, di lain waktu Anda yang menderitanya," pungkas sang pembalap.

Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!