Formula 1 menghadapi potensi kekacauan jadwal pada musim 2027 setelah Grand Prix Australia secara efektif menutup peluang menjadi balapan pembuka. Keputusan ini muncul di tengah ketidakpastian geopolitik yang membayangi dua balapan di Timur Tengah.
F1 telah mengumumkan kalender 2027 pada Rabu, dengan musim dijadwalkan dimulai di Bahrain pada 12-14 Maret, lalu berlanjut ke Arab Saudi sepekan kemudian. Namun, kedua event tersebut masih dalam keraguan seiring berlanjutnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Konflik yang berkepanjangan dan meningkatnya ketegangan di kawasan itu telah menimbulkan tanda tanya besar terhadap rencana penutupan musim 2026. Meski demikian, F1 tetap bertekad menyelesaikan kampanye sesuai jadwal. Saat ini, balapan di Qatar dan Abu Dhabi masih on, dan niat F1 adalah pergi ke sana. F1 tengah mempertimbangkan rencana cadangan yang bisa melihat musim berakhir di Imola, tetapi tidak ada urgensi untuk membuat keputusan final. Dipahami bahwa F1 bersedia mengambil keputusan pada menit terakhir dan siap memberikan kompensasi kepada Imola jika diperlukan.
Perang tersebut bisa berdampak pada awal musim 2027, dengan Bahrain dijadwalkan kembali ke slot pembuka musim default setelah tiga tahun karena penyesuaian waktu bulan suci Ramadan. Sebelumnya, skenario Plan B F1 dipercaya bisa melihat triple-header Australia-China-Jepang dimajukan untuk mengakomodasi jika Bahrain dan Arab Saudi tidak dapat digelar.
Namun, CEO Australian Grand Prix Corporation, Travis Auld, mengindikasikan bahwa timeline Melbourne sudah terkunci. "Tanggal kami sudah dikunci, 1-4 April, dan jelas kami memiliki aset besar yang sedang dibangun di belakang kami dengan timeline yang melekat padanya," kata Auld pada Kamis, seperti dilansir Speedcafe. "Jadi kami cukup terkunci pada tanggal 1-4 April. Saya pikir akan sulit bagi kami untuk memindahkan tanggal itu sekarang."
Baca Juga Kontrak Colapinto di Alpine 2027 Redam Drama 'Silly Season' F1Musim 2027 akan menampilkan 24 grand prix dan peningkatan jumlah sprint race menjadi 10. Sprint race akan digelar untuk pertama kalinya di Bahrain, Australia, Jepang, Monako, dan Abu Dhabi, sementara lainnya berlangsung di Kanada, Inggris, Italia, Brasil, dan Qatar.
Dengan penolakan Australia untuk menggeser jadwal, F1 harus mencari solusi lain jika Bahrain dan Arab Saudi tidak bisa digelar. Ini bisa berarti mencari sirkuit pengganti atau mengubah urutan balapan, yang tentu saja bukan tugas mudah mengingat padatnya kalender dan logistik yang rumit.
Keputusan akhir mungkin baru akan diambil beberapa bulan sebelum musim dimulai, tetapi satu hal yang pasti: F1 harus bersiap dengan segala kemungkinan. Para penggemar pun dibuat menunggu dengan napas tertahan, berharap musim 2027 bisa berjalan sesuai rencana tanpa gangguan berarti.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!