Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Chery, kembali menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk menguasai pangsa pasar Benua Biru dengan mengumumkan rencana ekspansi yang sangat agresif. Dalam ajang pameran otomotif bergengsi yang berlangsung di ibu kota Prancis, perusahaan secara resmi memaparkan peta jalan strategis mereka untuk mendominasi industri kendaraan bermotor di kawasan Uni Eropa. Langkah ini menandai babak baru penetrasi merek global tersebut setelah secara resmi memasuki pasar Eropa pada tahun 2025 dengan mengawali eksistensinya di sejumlah negara strategis seperti Polandia, Hungaria, Rumania, dan Yunani.

Berdasarkan paparan resmi yang disampaikan kepada publik, target terdekat perusahaan adalah menembus kehadiran di 20 negara Eropa dengan didukung oleh 687 titik penjualan serta pusat layanan purna jual terpadu hingga penghujung tahun 2026. Ambisi tersebut tidak berhenti di situ saja, karena manajemen menargetkan lompatan masif pada tahun berikutnya dengan memperluas jangkauan hingga ke 27 negara serta mengoperasikan total 1.143 titik penjualan. Proyeksi pertumbuhan infrastruktur ritel dan servis ini dihitung secara matang untuk mampu melayani basis konsumen yang masif, dengan estimasi dapat merangkul sekitar 100.000 keluarga pada target tahap pertama dan melonjak hingga 300.000 keluarga pada periode berikutnya.

Strategi penetrasi pasar yang diusung oleh Eropa ini tidak hanya mengandalkan jaringan fisik semata, tetapi juga didukung oleh portofolio produk yang sangat komprehensif melalui tiga pilihan teknologi propulsi ramah lingkungan. Konsumen di kawasan tersebut akan disuguhkan opsi kendaraan dengan teknologi listrik penuh, hibrida penuh, hingga hibrida plug-in yang dirancang untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern. Seluruh lini produk tersebut dikembangkan dengan berlandaskan pada filosofi jenama For Family, yang menitikberatkan pada tiga pilar utama yaitu kelapangan kabin, standar keselamatan tingkat tinggi, dan integrasi teknologi pintar dalam berkendara.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam kesempatan yang sama di pameran tersebut, pabrikan juga memamerkan sejumlah model kendaraan unggulan yang siap diterjunkan ke pasar, termasuk Chery Q yang merupakan kendaraan murni berbasis listrik pertama dari jenama tersebut. SUV berukuran kompak ini diposisikan secara strategis untuk menyasar kalangan pengemudi muda yang mendambakan kendaraan pertama mereka, sekaligus menjadi alternatif kendaraan kedua yang fungsional bagi keluarga urban. Model inovatif ini dijadwalkan meluncur di pasar Italia pada tahun 2027, menyusul kehadiran dua SUV plug-in hybrid yaitu Tiggo 8 Super Hybrid dan Tiggo 9 Super Hybrid yang direncanakan tiba di diler-diler Italia pada November tahun ini.

Baca Juga Aksi Kocak David Reynolds Berburu Polarizer Peter Brock di Bathurst

Aspek ketahanan dan keamanan baterai juga menjadi sorotan utama dalam pemaparan strategi global ini, merujuk pada rangkaian pengujian ekstrem bertajuk Black Sea Safety Challenge yang dilaksanakan di kota pelabuhan Costanza, Rumania. Disaksikan langsung oleh para jurnalis otomotif Eropa serta pakar independen dari perusahaan teknik asal Jerman, FEV, model SUV Tiggo 9 menjalani serangkaian tes ketat termasuk perendaman di dalam air asin selama 24 jam penuh. Hasil pengujian membuktikan bahwa sistem baterai tegangan tinggi kendaraan tersebut mampu mempertahankan standar isolasi dan kedap air secara sempurna, sementara uji benturan pada bagian kolong mobil terhadap rintangan keras tidak menimbulkan kerusakan struktural maupun kebocoran cairan elektrolit.