Ducati masih menyimpan kekhawatiran jelang sisa musim MotoGP 2026. Meski Marc Marquez kini memimpin klasemen, manajer umum Ducati Corse, Gigi Dall'Igna, menyoroti kelemahan pada grip belakang yang bisa menjadi bumerang di sirkuit-sirkuit tersisa.
Marquez baru saja menyelesaikan comeback spektakuler dengan mengejar defisit 102 poin di Misano, sekaligus merebut puncak klasemen untuk pertama kalinya musim ini. Kini ia terpaut poin dengan Jorge Martin dari Aprilia, sementara Marco Bezzecchi terpaut 33 poin setelah terjatuh dari posisi terdepan pada balapan Minggu.
Meski demikian, Dall'Igna menolak berpuas diri. "Seperti biasa, kejuaraan dunia berakhir di Valencia, jadi sampai Valencia kami harus terus percaya dan terus mendorong," ujarnya kepada Sky Italia. "Kami tahu situasinya agak aneh di awal tahun. Kami mencoba tetap tenang, fokus, dan meningkatkan performa tanpa membuat terlalu banyak noise."
Ducati memang sempat kesulitan bersaing dengan Aprilia pada ban belakang konstruksi keras di awal musim. Ban dengan karkas lebih kaku itu akan kembali digunakan di beberapa sirkuit seperti Red Bull Ring, Mandalika, dan Phillip Island. "Soal konstruksi ban, kami cenderung lebih kesulitan dengan grip belakang dibanding yang lain, jadi itu yang harus kami atasi," jelas Dall'Igna.
Baca Juga Marquez Menang di San Marino, Rebut Puncak KlasemenSelain itu, Marquez belum memiliki pengalaman terkini dengan motor pabrikan Ducati di beberapa sirkuit yang tersisa, termasuk Phillip Island, Sepang, Portimao, dan Valencia—empat balapan yang ia lewatkan pada 2025 karena cedera bahu usai bersenggolan dengan Bezzecchi di Mandalika. Namun, Dall'Igna tidak melihat itu sebagai masalah besar. "Marc sangat berpengalaman, jujur saya tidak berpikir itu menjadi masalah," tegasnya.
Dengan delapan balapan tersisa—meski ada keraguan soal GP Qatar yang dijadwalkan ulang—Dall'Igna menegaskan bahwa segalanya masih mungkin terjadi. Ia juga menegaskan tidak pernah berhenti percaya Ducati bisa meraih gelar pembalap kelima berturut-turut. "Saya tidak pernah berhenti percaya," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!