Marc Marquez mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah membayangkan bisa memimpin klasemen MotoGP musim ini, apalagi setelah kembali dari operasi di Mugello. Kemenangan ganda di Misano menjadi titik balik luar biasa bagi pembalap Spanyol itu, yang kini menguasai puncak kejuaraan untuk pertama kalinya musim ini.

Tujuh balapan sebelumnya, Marquez menjalani comeback di Mugello setelah operasi. Saat itu, juara bertahan tersebut harus puas berada di posisi kedelapan klasemen dengan selisih 102 poin dari pemuncak. Namun, dalam waktu singkat, semuanya berubah. "Saya siap membalap, meski tidak 100 persen, tetapi itu cara untuk bersiap jika ingin punya peluang menang," ujar Marquez mengenang momen di Mugello.

Marquez pun mengakui bahwa rival-rivalnya turut berkontribusi terhadap kebangkitannya. "Para lawan memberi saya hadiah, dan ketika saya merasakan hadiah itu, rasanya manis," katanya. Pernyataan ini merujuk pada serangkaian kesalahan dan nasib buruk yang menimpa para pesaingnya, terutama dari kubu Aprilia.

- Advertisement -
Advertisement

Jorge Martin, yang sempat memimpin klasemen sejak Assen dan kini terpaut poin dengan Marquez, hanya meraih satu kemenangan Sprint dalam 18 balapan terakhir. Sementara itu, rekan setimnya, Marco Bezzecchi, yang juga pernah memimpin klasemen, gagal finis di sepuluh balapan musim ini, termasuk crash dari posisi terdepan di lap pembuka Misano. "Ini benar-benar membantu saya, tetapi saya juga harus memanfaatkan momen ini sebaik mungkin," tambah Marquez.

Meski demikian, Marquez tidak serta-merta melenggang mulus. Ia harus melewati berbagai rintangan, mulai dari penalti dan masalah teknis di Buriram, kesalahan di COTA, Jerez, dan Le Mans, hingga operasi untuk memperbaiki masalah saraf yang radikal. "Tahun lalu saya merasa yakin dan kuat. Kombinasi yang sangat baik! Tahun ini, ketika ada keraguan, segalanya lebih sulit," akunya.

Baca Juga Fermin Aldeguer Tunjukkan Aksi Agresif di MotoGP 2025

Marquez juga mengungkapkan pendekatan berbeda dalam menjalani akhir pekan balapan. Ia harus mengelola kekuatan bahunya dengan hati-hati. "Seperti di FP1, jangan terlalu memaksakan. Di warm-up, jangan lakukan banyak putaran. Karena pembalap lain terus melaju dan Anda ingin ikut melaju, tapi akhirnya saya harus menjalani akhir pekan dengan cara berbeda," jelasnya. "Kadang dengan cara itu saya jadi tercepat, kadang pembalap lain lebih cepat. Tapi saya selalu berusaha mencari batas maksimal saya."

Meskipun Misano merupakan sirkuit searah jarum jam paling sukses bagi Marquez, ia sering mendapat sambutan dingin dari penggemar tuan rumah. Namun, akhir pekan ini ia merasakan dukungan yang lebih hangat. "Akhir pekan ini saya merasa baik dengan para Tifosi. Yang kita butuhkan di dunia motor adalah mereka mendukung pembalap Italia, dan semua orang mendukung pembalap atau pahlawan mereka, tapi kemudian kita saling menghormati," tutupnya.

Marc Marquez merayakan kemenangan di Misano
Marc Marquez merayakan kemenangan ganda di Misano yang membawanya ke puncak klasemen MotoGP.