Kepercayaan antara Ducati dan Pecco Bagnaia kembali menjadi sorotan setelah komentar pembalap Italia itu soal "hal-hal lama" yang ia butuhkan untuk menemukan feeling dengan GP26. Bos Ducati MotoGP, David Tardozzi, dengan tegas membantah adanya krisis kepercayaan, namun mengakui bahwa tim terus berjuang keras mengembalikan performa juara dunia dua kali tersebut.
Bagnaia tengah melalui periode sulit. Setelah empat podium beruntun sebelum jeda musim panas, ia gagal finis di Grand Prix Inggris dan Aragon. Crash di kedua balapan itu memperparah kurangnya kepercayaan diri pada bagian depan GP26 dan masalah grip belakang yang kian memburuk.
Pada Kamis di Grand Prix San Marino, Bagnaia menyatakan bahwa ia membutuhkan "hal-hal lama" untuk meningkatkan feeling, dan menambahkan bahwa Ducati akan memimpin saat ini jika menurunkan empat GP24. Komentar itu sontak memicu spekulasi tentang ketegangan internal di garasi Ducati. Namun, Tardozzi menepis anggapan tersebut.
"Saya pikir Pecco punya idenya sendiri, tapi setelah 2024 kami memenangkan kejuaraan di 2025," ujar Tardozzi kepada feed dunia MotoGP. "Pecco masih menginginkan kepercayaan diri yang diberikan motor lama itu, dan sayangnya ia belum menemukannya di motor baru. Kami berusaha keras mengembalikan feeling itu, terutama di depan dan kecepatan tikungan. Tapi sepertinya belum berhasil. Kami mencoba membawa kembali feeling itu untuknya, terutama di Misano di mana kami tahu ia sangat cepat."
Yang paling penting, Tardozzi menegaskan tidak ada masalah kepercayaan antara kedua belah pihak. "Saya yakin tidak ada masalah kepercayaan antara Ducati dan Pecco, dua arah. Saya tahu karena setiap hari saya berbicara dengannya dan saya tahu tidak ada masalah di antara kami. Dia tahu betul kami berusaha keras membantunya, dan dia tahu betul kami akan berusaha keras bersamanya sampai lap terakhir balapan terakhir."
Baca Juga Fermin Aldeguer Resmi Gabung VR46 Ducati untuk MotoGP 2027Di sisi lain garasi, Marc Marquez, rekan setim Bagnaia, telah memenangkan empat grand prix musim ini meski kondisi fisiknya belum optimal karena masalah bahu, dan kini hanya terpaut 19 poin dari puncak klasemen. Kontras performa ini semakin menekankan betapa Ducati harus segera menemukan solusi untuk Bagnaia jika ingin mempertahankan dominasi mereka.
Bagnaia mengakhiri sesi latihan Jumat di Misano di posisi ke-19 dan harus melewati Q1 untuk keempat kalinya berturut-turut. Hasil ini jelas bukan yang diharapkan, terutama di sirkuit di mana ia biasanya bersinar. Tekanan pun semakin meningkat menjelang kualifikasi dan balapan.
Dengan sisa musim yang masih panjang, Ducati berkomitmen penuh untuk membantu Bagnaia bangkit. Tardozzi menegaskan bahwa upaya itu tidak akan berhenti sampai balapan terakhir. Namun, pertanyaannya kini: apakah Bagnaia bisa segera menemukan kembali kepercayaan dirinya, atau akankah musim ini menjadi mimpi buruk yang tak berujung?
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!