Kimi Antonelli baru saja menorehkan sejarah di Monza, dan kini ekspektasi terhadapnya melesat bak roket. Komentator utama Sky Sports F1, David Croft, yakin penuh bahwa pembalap Mercedes itu akan melampaui rekor Max Verstappen sebagai juara dunia termuda dalam sejarah Formula 1.

Keyakinan Croft bukan tanpa dasar. Di Grand Prix Italia akhir pekan lalu, Antonelli memulai balapan dari posisi ke-19 dan berhasil finis pertama di depan tifosi sendiri. Prestasi itu menjadikannya pembalap tuan rumah pertama yang menang di Monza dalam 60 tahun terakhir. Kemenangan tersebut juga memperlebar keunggulannya atas rekan setim, George Russell, menjadi 66 poin di puncak klasemen menjelang GP Spanyol akhir pekan ini.

Dalam acara Sky Sports F1 Show, Croft membandingkan lintasan karier Antonelli dengan Verstappen. "Dua belas bulan lalu dia ada di Monza, baru keluar dari periode sulit. Dari podium di Kanada, segalanya mulai berantakan dan dia tidak bahagia," kenang Croft. "Dia bekerja sangat keras bersama Bono [Peter Bonnington] untuk membenahi semuanya, lalu menjalani rentetan hasil bagus di akhir musim."

- Advertisement -
Advertisement

Menurut Croft, yang membedakan Antonelli dari Verstappen adalah kecepatan adaptasinya. Verstappen menghabiskan satu musim penuh bersama Toro Rosso sebelum promosi ke Red Bull, sementara Antonelli langsung naik ke Mercedes dan kini memimpin klasemen. "Dia melakukan segalanya lebih awal dari Max. Dia akan menjadi juara dunia lebih muda dari Max. Dia pole sitter lebih muda. Dia pemenang grand prix lebih muda. Semuanya terjadi sangat cepat, dan dia menunjukkan kedewasaan luar biasa," tegas Croft.

Croft juga menyoroti kematangan emosional Antonelli yang kian terlihat di lintasan. "Saya melihat dan mendengar tanda-tanda tahun ini di mana dia mengendalikan emosinya. Dia lebih tenang. Dia menahan hal-hal yang mungkin setahun lalu bisa menguasainya," ujarnya. "Itulah mengapa orang menyebutnya talenta generasional. Punya kemampuan itu satu hal, tapi punya kemampuan yang terkendali dan mulai dewasa di usia yang bahkan kita bertiga pun tak akan mampu melakukannya, itu luar biasa."

Baca Juga Antonelli: Mercedes Bukan Lagi Mobil Tercepat di F1 2026

Perjalanan Antonelli musim ini memang mengesankan. Ia mengambil alih puncak klasemen setelah kemenangan beruntun di GP China dan Jepang, lalu menambah empat kemenangan lagi sebelum jeda musim panas. Kemenangan di Italia adalah yang ketujuh baginya di F1. Jika ia terus konsisten, rekor Sebastian Vettel sebagai juara dunia termuda—yang diraih pada 2010 di usia 23 tahun 134 hari—bisa terancam.

Dengan Mercedes yang semakin kompetitif dan Russell yang tertinggal jauh, tekanan kini justru beralih ke para pesaing. Verstappen dan Red Bull harus segera menemukan jawaban jika tidak ingin melihat Antonelli mengukir sejarah baru. Sementara bagi Croft, pertanyaannya bukan lagi apakah Antonelli akan menjadi juara, melainkan seberapa cepat ia melakukannya.