Pembalap senior asal Italia, Danilo Petrucci, secara resmi mengonfirmasi bahwa putaran final di Jerez menandai akhir dari perjalanan kariernya di kejuaraan dunia Superbike. Kepastian ini sekaligus menutup babak penting bagi sang pembalap yang telah menghabiskan empat musim di level tertinggi ajang balap motor produksi massal tersebut. Masa depan Petrucci sendiri sebenarnya telah menjadi spekulasi hangat sejak pertengahan musim panas, terutama setelah keputusan manajemen pabrikan asal Jerman untuk tidak memperpanjang klausul kontraknya.
Dinamika bursa transfer semakin rumit setelah pabrikan Bavaria tersebut mendatangkan Brad Binder, yang praktis menutup pintu bagi Petrucci untuk bertahan di tim utama pada musim 2027. Berbagai opsi sempat terbuka, termasuk peluang membalap di ajang MotoAmerica bersama mesin pabrikan Jerman, hingga rumor ketertarikan dari skuad independen seperti GoEleven Ducati. Namun, arah perjalanan kariernya kini tampaknya mengerucut pada petualangan baru di benua Amerika bersama Attack Performance Yamaha untuk musim balap mendatang.
Suasana haru menyelimuti akhir pekan penutup musim di Jerez, di mana sang pembalap tidak dapat menyembunyikan emosinya saat mengucapkan selamat tinggal kepada paddock kejuaraan dunia. Dalam pernyataan emosionalnya seusai balapan, ia mengenang kembali perjalanan panjangnya dari seorang pemuda desa di Italia hingga menjadi salah satu figur paling disegani di kancah balap motor internasional. Petrucci menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendampingi perjalanan kariernya, termasuk pabrikan BMW yang telah memberikan dukungan penuh meski hasil akhir di atas lintasan belum sepenuhnya sesuai harapan.
Selama berkiprah di kejuaraan dunia Superbike, ia mencatatkan prestasi gemilang dengan mengoleksi tiga kemenangan balapan serta 19 kali finis di atas podium kelas utama. Rekam jejak tersebut melengkapi portofolio luar biasa seorang atlet yang sebelumnya juga pernah merasakan manisnya kemenangan di ajang MotoGP serta ketangguhan reli Dakar. Perjalanan lintas disiplin ini menempatkannya dalam jajaran eksklusif pembalap modern yang mampu kompetitif di berbagai kejuaraan balap paling bergengsi di dunia.
Baca Juga Bulega Tinggalkan Ducati WorldSBK, Jalan ke MotoGP TerbukaMenutup lembaran kariernya di kejuaraan dunia ini, Petrucci mengenang kembali debut pertamanya di paddock yang dimulai dua dekade silam pada ajang Superstock 600 tahun 2007. Ia merasa bangga dengan apa yang telah dicapainya, mengingat latar belakang kehidupannya yang jauh dari kemewahan gemerlap kota besar. Apresiasi besar dari para penggemar dan anggota paddock saat ia berjalan di jalur pit lane menjadi bukti nyata betapa besar dampak dan warisan yang ia tinggalkan di kejuaraan ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!