Masa depan Christian Horner di ajang balap Formula 1 kembali menjadi sorotan tajam setelah sempat dikaitkan dengan posisi pimpinan tim Ferrari. Pria berusia 52 tahun asal Inggris tersebut akhirnya angkat bicara untuk meluruskan berbagai spekulasi liar yang beredar luas di media internasional dalam beberapa pekan terakhir, sekaligus memaparkan syarat mutlak yang harus dipenuhi jika ia ingin kembali aktif di paddock balap jet darat.

Sebelumnya, mantan petinggi Red Bull yang dipecat pada bulan Juli tahun lalu ini sempat memicu kehebohan lewat wawancaranya dengan surat kabar The Times. Dalam wawancara tersebut, ia menyebut posisi pucuk pimpinan di Maranello sebagai sebuah impian dan satu-satunya peran yang bersedia ia pertimbangkan di luar kepemilikan saham tim. Pernyataan itu langsung memanaskan situasi dan dianggap banyak pihak sebagai ancaman bagi posisi bos Scuderia saat ini, Fred Vasseur.

Namun, dalam wawancara terbaru yang lebih mendalam dengan The Guardian, Horner memberikan klarifikasi tegas guna meredakan ketegangan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa komentarnya sebelumnya telah disalahartikan oleh media dan menegaskan kembali rasa hormatnya kepada Vasseur yang tengah memimpin skuad Kuda Jingkrak menghadapi ketatnya persaingan kejuaraan dunia.

- Advertisement -
Advertisement

Fred Vasseur adalah sosok yang berpengalaman dan telah melakukan pekerjaan dengan cukup baik, demikian diungkapkan oleh Horner kepada The Guardian. Ia menambahkan bahwa dirinya lebih tahu daripada orang lain mengenai betapa besar tekanan yang harus dihadapi dalam mengelola sebuah organisasi yang kompetitif, sembari menegaskan bahwa komentarnya telah diambil keluar dari konteks yang sebenarnya.

Lebih lanjut, Horner menjelaskan posisi tawar dan visinya terhadap masa depannya di dunia balap, mengingat dirinya telah mengumpulkan modal finansial yang signifikan pasca kepergiannya dari Red Bull menyusul kontrak enam tahun yang tersisa. Ia menyadari sepenuhnya bahwa Ferrari adalah merek terbesar dan paling bersejarah di Formula 1, namun ia juga realistis bahwa raksasa Italia tersebut tidak akan pernah menjual saham tim kepada pihak luar.

Baca Juga Max Verstappen Amankan Pole Sprint Singapore GP di Tengah Investigasi

Ferrari sendiri sempat mengambil langkah tidak biasa dengan memberikan dukungan publik secara terbuka kepada Fred Vasseur di tengah terjangan rumor pemecatan. Para pembalap andalan mereka, termasuk juara dunia Lewis Hamilton dan rekan setimnya, juga dengan tegas menyatakan bahwa juru taktik asal Prancis itu adalah figur yang paling tepat untuk memimpin proyek ambisius tim dalam meraih gelar juara.

Menutup pernyataannya, Horner mengaku sangat santai dan menikmati posisinya saat ini di luar arena balap sambil memantau berbagai peluang potensial yang mungkin hadir dalam beberapa bulan atau tahun ke depan. Ia menegaskan bahwa kembali ke Formula 1 bukanlah sebuah keharusan mutlak bagi hidupnya, melainkan hanya akan dilakukan apabila ada kesempatan yang tepat bersama orang-orang sevisi yang memiliki tekad kuat untuk menang secara berkelanjutan.