Musim balap Formula 2 dipastikan akan merampungkan seluruh agenda penutupnya di kawasan Timur Tengah tanpa ada perubahan format maupun penobatan gelar juara secara retroaktif. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh CEO F2, Bruno Michel, di tengah spekulasi yang sempat berkembang mengenai masa depan balapan pemungkas tahun ini akibat dinamika geopolitik global yang sempat mengguncang penjadwalan awal kalender balap internasional.
Konflik yang melanda kawasan Timur Tengah sejak bulan Februari lalu sempat memicu efek domino terhadap dunia olahraga otomotif, termasuk kejuaraan level junior Formula 1 tersebut. Pembatalan seri di Bahrain dan Saudi Arabia pada awal musim sempat memaksa promotor memutar otak sebelum akhirnya menjadwalkan ulang balapan ke Montreal, Kanada. Kendati demikian, memasuki fase akhir kompetisi di mana ruang waktu semakin menipis, kekhawatiran publik mengenai potensi pembatalan di Qatar dan Abu Dhabi kembali mencuat ke permukaan setelah bergesernya rangkaian seri pasca-Baku.
Menanggapi berbagai keraguan yang beredar di kalangan media dan paddock, Bruno Michel dengan tegas meminta semua pihak untuk tetap tenang dan percaya diri terhadap rencana keselamatan serta operasional yang disusun bersama Formula 1. Ia menekankan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan demi menjamin seluruh rangkaian acara berjalan tanpa hambatan berarti di bawah kondisi terbaik bagi seluruh tim dan pembalap yang berlaga memperebutkan mahkota juara.
“Untuk saat ini —dan saya pikir ini sudah sangat jelas— Qatar dan Abu Dhabi tetap berada di dalam kalender, dan kami akan menyelesaikan kejuaraan di Qatar dan di Abu Dhabi,” ujar Bruno Michel memberikan kepastian mutlak mengenai status dua seri pamungkas tersebut.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pihak penyelenggara senantiasa memantau perkembangan situasi secara seksama dan berjalan seirama dengan langkah-langkah strategis yang diambil oleh Formula 1. Mengingat ketatnya persaingan gelar juara yang melibatkan para pembalap berbakat, penyelesaian musim di atas lintasan secara langsung menjadi prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar lagi oleh otoritas pengelola kejuaraan.
Baca Juga Ernesto Rivera Lampaui Ekspektasi di Musim Perdana F3“Kami mengikuti Formula 1 dalam hal itu. Formula 1 sangat menyadari situasi dan apa yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa kami menjalankan kedua balapan tersebut dalam kondisi terbaik, yang memang akan terjadi,” lanjutnya menegaskan komitmen penuh pihak penyelenggara kejuaraan.
Menepis kemungkinan terburuk di mana kejuaraan harus dihentikan lebih awal dan menobatkan juara secara retroaktif dari hasil seri Baku —skenario yang sempat memunculkan nama Rafa Camara sebagai kandidat juara— Bruno Michel secara spontan menolak gagasan tersebut. Ia menilai langkah semacam itu akan mencederai nilai sportivitas dan esensi kompetisi balap mobil roda terbuka yang sesungguhnya di atas lintasan sirkuit.
“Anda tahu, itu akan sangat menyedihkan, mari kita katakan seperti itu. Saya tidak berpikir itu akan terjadi —sejujurnya, itu tidak akan terjadi. Karena saya setuju dengan Anda, kembali ke belakang dan berkata, 'Oh, omong-ngomong, sang juara telah diumumkan sebulan yang lalu, tetapi kami tidak dapat memahkotai Anda', tentu tidak akan menjadi hal yang sangat baik. Jadi, ya, kami sangat ingin menyelesaikan kejuaraan seperti apa adanya sekarang,” pungkasnya menutup perdebatan spekulatif.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!