Musim debut Ernesto Rivera di ajang FIA Formula 3 tahun ini benar-benar meninggalkan kesan mendalam yang luar biasa. Raihan dua kemenangan serta posisi ketujuh di klasemen akhir kejuaraan sebenarnya masih belum sepenuhnya menggambarkan betapa impresif penampilan pembalap muda berbakat tersebut di atas lintasan balap sepanjang musim bergulir.
Memasuki kejuaraan F3 sebagai salah satu dari tiga debutan yang mendapat dukungan penuh dari program Red Bull, ia menjadi satu-satunya yang tidak memiliki gelar juara di lemari prestasinya. Sialnya lagi, awal tahun pembalap asal Meksiko ini justru dibuka dengan insiden kecelakaan saat membalap di Selandia Baru selama musim dingin, yang membuatnya harus menderita cedera parah dan absen selama hampir empat bulan penuh untuk proses pemulihan.
Alih-alih merasa patah semangat atau kehilangan arah, remaja berusia 17 tahun ini justru mampu mengubah segala kesulitan tersebut menjadi sebuah musim debut yang sangat matang. Berkat ketahanan mental yang luar biasa, kerja keras tanpa henti, serta tingkat performa yang konsisten di tiap akhir pekan balapan, ia kini dinilai sebagai salah satu anggota paling menonjol di akademi junior.
Dalam perbincangannya bersama Formula Scout, sang pembalap muda mengungkapkan rasa syukurnya atas perputaran nasib dan pencapaian luar biasa yang berhasil ia raih tahun ini. Musim ini dinilainya berjalan dengan sangat fantastis dan jauh melampaui apa yang pernah ia bayangkan sebelumnya di awal karier internasionalnya.
"Musim ini sungguh luar biasa," ujar Ernesto Rivera dengan penuh rasa bangga. Jika seseorang mengatakan kepada saya sebelum musim dimulai bahwa hasil akhirnya akan seperti ini, saya pasti akan langsung menerimanya tanpa ragu-ragu.
Baca Juga Colton Herta Makin Terpuruk di Monza, Mimpi F1 Pun TerhambatIa juga mengakui bahwa masih ada beberapa area teknis yang sebenarnya bisa ditingkatkan lebih jauh lagi. Namun sebagai seorang debutan yang harus menghadapi berbagai rintangan berat di awal tahun, ia merasa telah mengambil langkah-langkah kemajuan yang sangat positif di setiap akhir pekan balapan.
Puncak dari ketangguhan mentalnya terlihat ketika ia harus rela melewatkan sesi tes pramusim serta seri pembuka di Melbourne akibat cedera. Proses rehabilitasi yang melelahkan membuat dirinya kehilangan banyak massa otot dan kondisi fisik ideal, yang membuat persiapannya jauh dari kata sempurna sebelum turun bertarung di level tertinggi.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!