Kepala Eksekutif Bruno Michel secara tegas membantah spekulasi bahwa pertarungan perebutan gelar juara musim ini telah berakhir lebih awal akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah. Situasi geopolitik yang memanas sejak akhir Februari lalu memang sempat mengguncang berbagai agenda olahraga internasional, termasuk memaksa pembatalan sejumlah seri awal di kawasan Teluk seperti Bahrain dan Arab Saudi yang kemudian harus digantikan oleh balapan pengganti di Sirkuit Miami serta Montreal.

Meskipun pihak penyelenggara Formula 1 terus memantau perkembangan situasi keamanan dengan sangat hati-hati dan telah menyiapkan langkah antisipasi darurat termasuk opsi sirkuit Imola di awal Desember, kepastian hukum dan olahraga tetap dijaga ketat. Sebagai langkah persiapan taktis, kejuaraan pendukung sempat menambahkan agenda balapan akhir pekan di Baku pada bulan September lalu, sebuah strategi serupa yang juga diterapkan oleh kategori Formula 3 di Madrid guna menambal kalender yang sempat kosong akibat ketidakpastian regional.

Kendati demikian, Bruno Michel memastikan bahwa rencana awal kompetisi sama sekali tidak mengalami perubahan dan menegaskan bahwa seluruh rangkaian penutup musim akan diselesaikan di atas lintasan yang semestinya. "Untuk saat ini dan saya pikir ini sudah sangat jelas, Qatar dan Abu Dhabi tetap berada di dalam kalender, dan kami akan menyelesaikan kejuaraan di Qatar serta di Abu Dhabi," ungkap Bruno Michel saat memberikan penjelasan mengenai status kalender balap tahun ini.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keputusan akhir yang diambil selalu diselaraskan dengan langkah-langkah strategis yang dikomandoi oleh pihak Formula 1. "Kami mengikuti Formula 1 dalam hal itu. Formula 1 sangat menyadari seluruh situasi dan apa yang perlu dilakukan untuk memastikan bahwa kami menjalankan kedua balapan tersebut dalam kondisi terbaik yang tentu saja akan terwujud," tambahnya dengan penuh keyakinan di hadapan para awak media.

Baca Juga Alex Dunne Tancap Gas Menuju Penentuan Gelar Juara F2

Pernyataan tegas ini sekaligus menepis keraguan yang sempat muncul dari komentar pembalap asal Amerika Serikat yang sempat melontarkan keraguan mengenai kepastian sisa kalender balap tahun ini di Baku. Menanggapi komentar tersebut, sang CEO menegaskan bahwa para pembalap terkadang memiliki interpretasi tersendiri, namun komitmen manajemen puncak dan promotor tetap teguh untuk menuntaskan seluruh sisa seri balapan sesuai dengan regulasi olahraga yang berlaku.

Dengan ketatnya persaingan klasemen yang melibatkan Rafael Camara di barisan terdepan perebutan gelar juara dunia, gagasan untuk menobatkan juara secara retroaktif dari hasil balapan terakhir di Baku dinilai sebagai skenario yang sangat disayangkan. Pihak manajemen memastikan bahwa penentuan mahkota juara harus diraih melalui perjuangan kompetitif murni di atas lintasan sirkuit pada dua seri pamungkas di kawasan Teluk mendatang.

F2 Action
Aksi mobil Formula 2 dalam sesi latihan di sirkuit.