Detail baru terkait cedera yang dialami Isack Hadjar akhirnya terungkap. Pembalap Red Bull itu dipastikan absen pada Grand Prix Belanda akhir pekan ini di Zandvoort, setelah mengalami cedera pergelangan tangan saat sesi latihan tinju pada jeda musim panas F1.
Ketiadaan Hadjar membuka peluang bagi Liam Lawson untuk menggantikannya di Red Bull, sekaligus memicu kembalinya Yuki Tsunoda ke kursi Racing Bulls. Situasi ini menjadi pengingat betapa rentannya posisi pembalap terhadap cedera di luar lintasan, dan bagaimana keputusan cepat tim sangat menentukan jalannya musim.
Menurut laporan Sky Sports F1, Hadjar mengalami retak kecil (hairline crack) dan diperkirakan pulih tepat waktu untuk tampil di Grand Prix Italia di Monza pada 6 September. Craig Slater, reporter Sky Sports F1, menyampaikan informasi terbaru dari kubu Hadjar: "Cedera terjadi akhir pekan lalu saat sesi latihan rutin. Dia tidak melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya, hanya latihan tinju dan memukul karung yang sudah menjadi rutinitasnya tiga kali seminggu."
Menariknya, Hadjar tidak merasakan sakit saat memukul karung, melainkan baru menyadari ada yang tidak beres keesokan paginya. Setelah diperiksa dokter, diketahui ada retak halus. Tim dokter dan spesialis tangan pun dilibatkan, dan keputusan untuk tidak balapan di Zandvoort diambil sebagai langkah pencegahan agar cedera tidak semakin parah.
"Dia akan hadir di sini selama akhir pekan balapan. Harapannya, dengan kondisi yang mendukung, dia bisa kembali untuk Monza," tambah Slater. Hadjar terlihat di paddock Zandvoort pada Jumat dengan tangan kiri yang ditutup lengan bajunya.
Baca Juga FIA Tetapkan Tanggal Sidang Banding McLaren dan Red Bull atas Hasil GP MonakoKabar lain datang dari Canal+ yang melaporkan bahwa legenda MotoGP, Marc Marquez, menyarankan Hadjar untuk tidak terburu-buru dalam proses pemulihan. Saran ini tentu relevan mengingat Marquez sendiri pernah mengalami cedera panjang yang memengaruhi kariernya.
Sementara itu, Lawson mengaku mendapat kabar penggantiannya secara mendadak. "Saya baru saja mendarat di Inggris untuk persiapan VCARB, lalu Alan Permane menelepon dan memberi tahu situasinya. Minggu saya langsung berubah," ujarnya. Keputusan cepat Red Bull menunjukkan kesiapan tim dalam menghadapi situasi tak terduga, sekaligus menguji kedalaman skuad mereka di tengah persaingan ketat musim 2026.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!