Formula 1, Nusantara Media - Carlos Sainz menyatakan dirinya terbuka terhadap kemungkinan penambahan jumlah sprint race dalam kalender Formula 1, namun menegaskan bahwa format akhir pekan balap harus disesuaikan agar tidak membebani pembalap secara berlebihan.
Dalam beberapa musim terakhir, Formula 1 menyelenggarakan enam sprint race per tahun. Manajemen F1 telah memberi sinyal bahwa jumlah tersebut dapat ditingkatkan pada musim-musim mendatang sebagai bagian dari strategi memperbanyak aksi kompetitif di lintasan. Sainz menilai konsep tersebut menarik, tetapi memerlukan penyempurnaan agar tidak mengurangi daya tarik grand prix utama pada hari Minggu.
“Saya berpikiran terbuka mengenai hal itu,” ujar Sainz kepada media.
“Format sprint masih perlu disempurnakan dan ditingkatkan, karena terkadang sprint terlalu banyak mengungkap apa yang akan terjadi pada hari Minggu.”
Menurutnya, jika sprint dapat dibuat cukup berbeda dari pola balapan utama, maka potensi penambahan jumlahnya bisa menjadi langkah positif bagi olahraga ini.
“Jika kita bisa memperbaikinya dan membuat sprint sedikit berbeda dari apa yang kita lihat pada hari Minggu, saya akan terbuka untuk memiliki lebih banyak sprint race.”
Selain aspek kompetitif, Sainz juga menyoroti beban kerja pembalap yang meningkat signifikan pada akhir pekan sprint. Dengan adanya sprint qualifying serta sesi tambahan pada Jumat dan Sabtu, jadwal menjadi lebih padat dibandingkan format standar.
“Sayangnya, itu berarti beban kerja yang cukup besar bagi pembalap, dengan sprint qualifying dan Jumat yang lebih sibuk, serta Sabtu yang jauh lebih sibuk,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pihak penyelenggara, termasuk Formula One Management (FOM), perlu meninjau kembali struktur akhir pekan agar pembalap tetap memiliki waktu yang cukup untuk persiapan teknis dan pemulihan fisik.
“FOM dan F1 juga perlu menyesuaikan format akhir pekan balap dengan jumlah media dan komitmen PR yang kami miliki, agar kami juga memiliki waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi balapan.”
Sainz menggambarkan beberapa musim terakhir sebagai periode yang sangat menuntut bagi pembalap, terutama dari sisi komitmen komersial dan media.
“Beberapa tahun terakhir ini sangat menuntut bagi pembalap dalam hal itu.”
“Tanpa bermaksud menyinggung siapa pun, sulit dibayangkan dengan jumlah sponsor tim F1 saat ini, jumlah wawancara yang kami lakukan, serta komitmen pemasaran yang kami miliki.”
Ia menegaskan tidak menolak peningkatan jumlah sesi kompetitif di lintasan, tetapi meminta adanya keseimbangan antara tuntutan di dalam dan luar sirkuit.
“Saya terbuka untuk menghasilkan lebih banyak sesi waktu dan lebih banyak pertunjukan di lintasan, tetapi kita perlu menyempurnakan hal-hal di luar lintasan.”
Dengan kalender yang kini mencapai 24 balapan per musim, Sainz memperingatkan bahwa peningkatan signifikan jumlah sprint – misalnya hingga menyamai jumlah grand prix – dapat menjadi beban berat bagi seluruh anggota paddock.
“Kalender 24 balapan dengan, katakanlah, 24 sprint, bayangkan jika suatu hari kita sampai di sana, itu akan sangat menuntut bagi semua orang di paddock.”
Pernyataan tersebut mencerminkan kebutuhan keseimbangan antara ekspansi komersial dan keberlanjutan kompetitif dalam Formula 1 modern. Setiap keputusan terkait penambahan sprint race akan memerlukan evaluasi menyeluruh agar tetap menjaga kualitas balapan sekaligus kesejahteraan seluruh personel tim.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!