Loris Capirossi tak bisa menyembunyikan harunya. Di hadapan keluarga, sahabat, dan para mantan rival yang memadati paddock Misano World Circuit Marco Simoncelli, pria 53 tahun itu menerima medali kehormatan sebagai MotoGP Legend dari CEO MotoGP Carmelo Ezpeleta, Sabtu (6/9). Momen sakral itu menjadi puncak pengakuan atas dedikasi lebih dari dua dekade yang ia persembahkan untuk dunia balap grand prix.
Menyandang status legenda tentu bukan perkara instan. Capirossi menorehkan 328 start grand prix sepanjang 1990 hingga 2011, dengan 29 kemenangan, 99 podium, 41 pole position, dan tiga gelar juara dunia. Deretan angka itu menempatkannya sebagai salah satu pembalap paling lengkap di era modern, sosok yang mampu bersinar di lintasan basah maupun kering, di atas motor 125cc hingga prototipe 1000cc.
Jejak Sejarah: Juara Dunia Termuda Sepanjang Masa
Namun, warisan terbesarnya justru dimulai saat ia masih belia. Debut di usia 17 tahun pada 1990 langsung berbuah gelar juara dunia 125cc. Ketika itu ia berusia 17 tahun 165 hari, sebuah rekor yang hingga kini belum terpecahkan sebagai juara dunia grand prix termuda sepanjang sejarah. Pedro Acosta sempat mendekati pada 2021, tetapi tetap terpaut satu hari lebih tua. Capirossi lantas mempertahankan gelar 125cc pada 1991 dan menambah koleksi juara dunia 250cc pada 1998 bersama Aprilia.
Di kelas premier, kontribusinya bagi Ducati tak pernah dilupakan. Pada GP Catalunya 2003, ia mempersembahkan kemenangan MotoGP pertama bagi pabrikan Italia itu, bahkan di musim debut mereka. Itu juga menjadi kemenangan grand prix pertama Ducati di semua kelas sejak Mike Hailwood menang di Ulster 1959. Prestasi itu mengukuhkan Capirossi sebagai pembalap yang mampu membawa perubahan besar bagi tim yang ia bela.
Langka: Menang dengan Tiga Pabrikan Berbeda
Kemampuan beradaptasi Capirossi tergolong elite. Ia tercatat sebagai satu dari hanya lima pembalap yang pernah menang grand prix dengan tiga pabrikan berbeda: Yamaha, Honda, dan Ducati. Nama-nama lain dalam daftar itu adalah Mike Hailwood, Randy Mamola, Eddie Lawson, dan Maverick Vinales. Bersama Suzuki, ia juga sempat naik podium, melengkapi reputasinya sebagai pengembang motor yang andal.
Baca Juga Brundle: Russell 'Terluka' Usai Kekalahan di Monza dari AntonelliRentang kariernya pun luar biasa panjang. Dari kemenangan perdananya di GP Inggris 125cc 1990 hingga kemenangan terakhir di MotoGP Jepang 2007, terpaut 17 tahun 49 hari. Hanya Valentino Rossi yang memiliki jeda lebih lama antara kemenangan pertama dan terakhir, yakni 20 tahun 311 hari. Catatan ini menegaskan konsistensi Capirossi di level tertinggi selama hampir dua dekade.
Pensiun pada akhir 2011 di Valencia, ia meninggalkan lintasan dengan status pemegang rekor start grand prix terbanyak saat itu. Nomor punggung ikoniknya, 65, secara resmi ditarik dari MotoGP pada 2016. Namun, Capirossi tak benar-benar pergi. Kini ia menjabat sebagai perwakilan penting di MotoGP Race Direction, memastikan keselamatan dan sportivitas tetap terjaga.
Momen di Misano menjadi penutup manis sekaligus pengingat bahwa dedikasi Capirossi melampaui sekadar trofi. Status MotoGP Legend yang disematkan bukan hanya penghormatan atas masa lalu, melainkan pengakuan atas pengaruhnya yang masih terasa hingga kini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!