Menyongsong penampilan kandang kedua mereka dalam kalender Kejuaraan Dunia Formula 1 musim 2026, tim Cadillac secara resmi memperkenalkan corak visual yang sangat khas dan unik pada mobil MAC-26. Mengusung tema budaya koboi Amerika, skuad asal Amerika Serikat ini menghadirkan estetika visual yang terinspirasi langsung dari pakaian tradisional barat serta kerajinan kulit klasik. Langkah ini diambil untuk memberikan nuansa segar dan identitas budaya yang kuat saat turun di hadapan publik sendiri.

Garis-garis halus yang membentang di sepanjang bodi mobil dirancang sedemikian rupa untuk meniru jahitan dekoratif yang biasa ditemukan pada celana jeans dan kemeja koboi vintage. Tidak hanya itu, berbagai detail rumit lainnya mengambil referensi mendalam dari pelana kuda yang diukir secara artistik. Tim perancang juga menyematkan berbagai elemen ikonik yang berkaitan erat dengan kota tuan rumah dan sirkuit tempat balapan dilangsungkan, termasuk siluet lanskap kota Austin serta peta lintasan resmi.

Sentuhan artistik tersebut semakin diperkaya dengan kehadiran 50 bintang, ilustrasi kaktus, serta simbol tapal kuda yang menghadap ke atas sebagai lambang pembawa keberuntungan. Guna menyempurnakan penampilan visual mobil di atas lintasan, para pembalap utama mereka yakni Valtteri Bottas dan Sergio Perez dipastikan akan mengenakan pakaian balap atau race suits dengan desain khusus yang senada dengan corak MAC-26.

- Advertisement -
Advertisement

Proyek pengembangan livery spesial ini dikerjakan secara kolaboratif oleh para perancang General Motors di Michigan serta tim teknis Cadillac yang berbasis di Inggris. Proses kreatif ini telah dimulai sejak musim panas belahan bumi utara. Manager Desain General Motors, Vincent Traina, yang menghabiskan masa kecilnya di Dallas, memegang peran penting dalam menerjemahkan konsep budaya barat tersebut ke dalam grafis aerodinamis yang rumit.

"Terlihat seolah-olah seluruh livery ini disulam langsung ke badan mobil, dan itu benar-benar sangat keren," ujar Traina menjelaskan detail rumit dari karya seni di atas roda tersebut. Desain khusus untuk seri Austin ini merupakan livery satu kali balapan atau one-off ketiga yang pernah diturunkan oleh Cadillac sepanjang kampanye debut mereka di ajang Formula 1.

Baca Juga Max Verstappen Sebut Sirkuit COTA Sangat Bergelombang

Sebelumnya, mereka sempat memukau penonton di Grand Prix Miami pada bulan Mei silam dengan balutan visual bendera Amerika Serikat, serta corak khusus di Grand Prix Inggris pada bulan Juli yang merayakan hari jadi Amerika yang ke-250. Kepala Penasihat Merek Cadillac, Cassidy Towriss, menegaskan bahwa desain terbaru ini bertujuan untuk mengeksplorasi identitas nasional tim jauh melampaui sekadar motif bendera dan warna-warna patriotik standar.

"Di Miami, kami mengambil inspirasi dari simbol-simbol Amerika. Di Silverstone, kami merayakan warna kebangsaan Amerika. Untuk Austin, kami ingin mengeksplorasi bagian lain dari kisah tersebut melalui karakter dari American West," kata Towriss. Ia menambahkan bahwa budaya Amerika memiliki kedalaman yang luar biasa, memberikan ruang bagi tim untuk mengekspresikan diri secara autentik dan penuh pertimbangan.

Akhir pekan balapan di Austin juga dipastikan akan diramaikan oleh kehadiran pembalap penguji berbakat, di mana Colton Herta dijadwalkan menggantikan posisi Perez pada sesi latihan bebas pertama. Sementara itu, Cadillac menghadapi tantangan berat akhir pekan ini dengan posisi mereka yang masih berada di dasar klasemen sementara konstruktor dan berstatus sebagai satu-satunya tim yang belum meraih poin.