Lingga, NusantaraMedia – Bupati Lingga, Muhammad Nizar, menunjukkan kemarahan besar dalam Rapat Paripurna Pengesahan APBD Kabupaten Lingga Tahun Anggaran 2026. Kemarahan ini muncul karena sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) absen tanpa alasan jelas di momen penting tersebut.
Nizar, yang hadir bersama Wakil Bupati Novrizal, menyatakan rasa malunya kepada anggota DPRD yang datang. Ia menilai ketidakhadiran OPD itu sebagai tanda ketidaktanggungjawaban.
Nizar dengan nada tinggi berkata, “Sebenarnya kita harus malu kepada DPRD yang hadir hari ini, sementara OPD–OPD ini justru tidak menunjukkan tanggung jawabnya.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengakui bahwa sebagian OPD berhalangan karena agenda resmi di Batam. Namun, Nizar geram karena OPD lain yang tidak punya kegiatan apa pun juga absen tanpa keterangan.
Nizar bilang, “Saya sudah bicarakan dengan Wakil Bupati untuk mencatat dan mengevaluasi OPD yang sama sekali tidak hadir dan tidak memberikan alasan. Ini peringatan tegas.”
Nizar menyindir perilaku OPD yang ia anggap tidak serius. Menurutnya, banyak OPD aktif meminta tambahan anggaran, tapi ogah-ogahan ikut proses pembahasan.
Ia tambahkan, “Jangan nanti ketika anggaran kurang baru datang minta tambahan. Saat persetujuan APBD — yang jelas merupakan kebutuhan OPD — malah tidak ditanggapi dengan bijak.”
Nizar tegaskan bahwa absen tanpa keterangan akan jadi catatan buruk dalam evaluasi kinerja OPD untuk tegakkan disiplin.
Di balik kemarahan itu, terungkap fakta pilu. APBD Kabupaten Lingga 2026 hanya Rp863 miliar lebih, angka terendah dalam enam tahun terakhir.
Kondisi ini ironis. Pada 2019, saat Alias Wello jadi Bupati dan Nizar sebagai Wakil, APBD Lingga pertama kali tembus lebih dari satu triliun rupiah.
Kini, di bawah kepemimpinan Nizar dan Novrizal, anggaran daerah turun drastis ke bawah satu triliun. Hal ini tunjukkan tantangan keuangan berat di tahun depan.
Ketua DPRD Lingga, Maya Sari, pimpin rapat paripurna itu. Mereka setujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD 2026 jadi Perda. Namun, pengesahan ini ternoda oleh kemarahan Bupati dan penyusutan anggaran drastis.
Untuk informasi lebih lanjut tentang APBD Lingga 2026, Bupati Muhammad Nizar, atau perkembangan Kabupaten Lingga, ikuti update resmi dari pemerintah daerah.
Penulis : Awang Sukowati












