Flavio Briatore menegaskan tim Alpine telah menutup insiden tabrakan yang melibatkan Franco Colapinto dan Pierre Gasly di Grand Prix Azerbaijan. Insiden itu tak hanya merugikan kedua pembalap, tetapi juga menghambat perolehan poin Alpine dalam pertarungan konstruktor melawan Racing Bulls.
Colapinto memicu kecelakaan tiga mobil yang juga melibatkan Lando Norris dari McLaren. Ketiganya gagal finis, sementara Arvid Lindblad dari Racing Bulls finis ketujuh dan memperlebar jarak. Kekecewaan Briatore kala itu terlihat dari pernyataannya yang menyebut akan mempertimbangkan tindakan lebih lanjut.
Namun setelah pertemuan internal di markas Enstone, Briatore memilih untuk move on. "Apa pun yang kami lakukan adalah urusan internal tim," ujarnya di Malaysia. "Tentu saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi di Baku, tapi ini balapan lain. Kita harus melupakan. Kita harus selalu melihat ke depan, dan masa lalu adalah masa lalu."
Briatore mengakui kesalahan Colapinto, tetapi menekankan bahwa tidak ada gunanya terus menyesali. "Saya kesal, ya, seperti semua orang di tim, termasuk Franco, atas kesalahannya. Tapi ini sudah lewat. Apa yang bisa kita lakukan? Apa pun yang telah kita lakukan, tidak mungkin mengembalikannya."
Alpine kini tertinggal 15 poin dari Racing Bulls dalam perebutan posisi kelima. Meski kehilangan poin berharga, Briatore tetap optimistis. "Kami masih punya delapan balapan. Waktu masih banyak," tegasnya. Fokus utama tim adalah meningkatkan performa di lintasan dan memaksimalkan setiap peluang yang tersisa.
Baca Juga Krisis Aprilia: Momen Krusial di Misano yang Mengancam Gelar MotoGPColapinto sendiri membawa penalti turun lima posisi di grid untuk Grand Prix Bahrain yang digelar di Malaysia. Karena peluangnya meraih poin mengecil, Alpine memutuskan untuk memasang mesin pembakaran internal baru di mobilnya, yang menambah 10 posisi penalti lagi. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang, mengingat sirkuit Sepang menuntut performa mesin yang optimal.
Dengan delapan balapan tersisa, Alpine harus mampu menutup defisit poin sambil mengelola sumber daya daya dan menghindari kesalahan yang tidak perlu. Briatore berharap timnya dapat tampil konsisten dan menantang Racing Bulls hingga akhir musim. "Kami akan berjuang sekuat tenaga," pungkasnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!