Marco Bezzecchi tampil memukau di hadapan publik sendiri dengan mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan MotoGP Misano, Jumat. Namun, sorotan justru tertuju pada rekan setimnya di Aprilia, Jorge Martin, yang hanya mampu finis di posisi kesepuluh, terpaut jauh dari Bezzecchi.

Bezzecchi, yang mengalahkan juara bertahan Marc Marquez dengan selisih 0,1 detik, menunjukkan kecepatan luar biasa di sektor pertama dan ketiga, memanfaatkan kemampuan tikung RS-GP. Meski begitu, ia hanya menempati posisi keempat di sektor stop-and-go, menandakan masih ada ruang perbaikan.

“Untuk besok, saya akan berusaha semaksimal mungkin berada di posisi terbaik. Pada akhirnya, tidak ada gunanya bagi saya melihat yang lain. Yang harus saya lakukan adalah melihat diri sendiri dan mencoba meningkatkan apa yang bisa saya kendalikan. Jadi, riding saya, motor saya, sensasi saya secara keseluruhan saat mengendarai. Itu target saya untuk besok,” ujar Bezzecchi.

- Advertisement -
Advertisement

Di belakang Bezzecchi, empat pembalap Ducati menguntit, sementara dua Honda dan dua KTM juga memisahkan duo Aprilia pabrikan. Ini menjadi sinyal bahwa persaingan di Misano akan sangat ketat, terutama dengan Martin yang biasanya menjadi ancaman utama justru tertinggal.

Soal pilihan ban, Bezzecchi mengonfirmasi bahwa ban belakang soft bisa menjadi opsi untuk kedua balapan. “Saya juga pernah balapan dengan ban soft saat masih di VR46 Racing Team. Di sirkuit ini, degradasinya tidak terlalu besar, jadi mungkin untuk balapan dengan kedua opsi ban. Pada akhirnya, itu hanya masalah sensasi. Saat ini, soft adalah kemungkinan, dan medium juga,” jelasnya.

Baca Juga Marquez Tak Menepis Status Favorit di Aragon: Saya Bisa Menang

Bezzecchi akan memulai Sprint pada Sabtu dengan jarak lima poin dari Marquez dan 24 poin dari Martin di klasemen sementara MotoGP. Dengan performa yang ditunjukkan, ia berpeluang besar untuk memangkas jarak dan memberikan tekanan tambahan kepada para rivalnya.

Peter, yang telah berada di paddock selama 20 tahun, menyaksikan langsung bagaimana dinamika persaingan ini berkembang. Ia mencatat bahwa kisah kepergian Suzuki dan masalah cedera Marquez menjadi latar belakang yang mempengaruhi peta kekuatan saat ini.