Enea Bastianini akhirnya buka suara soal kepindahannya ke Aprilia lewat tim Trackhouse musim depan. Ternyata, ketertarikan itu bukan hal baru. Pembalap Italia itu mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pabrikan asal Noale sejak musim debutnya di MotoGP pada 2020.

Saat itu, posisi Aprilia justru jauh dari gemilang. Mereka menjadi konstruktor terakhir di kelas utama, bukan pemimpin seperti sekarang. Namun, Bastianini memilih bergabung dengan Avintia, yang kemudian membawanya menanjak di hierarki Ducati hingga ke tim pabrikan pada 2023-2024.

Meski sukses meraih tujuh kemenangan bersama Desmosedici, Bastianini gagal menggenggam gelar dan kehilangan kursi pabrikan dari Marc Marquez pada awal musim lalu. Situasi itu sempat membuatnya kembali masuk radar Aprilia, tapi ia memilih pindah ke KTM bersama Tech3. Kini, menjelang 2027, Bastianini mengaku tak ragu lagi dengan pilihan masa depannya.

- Advertisement -
Advertisement

“Sejujurnya, kami banyak bicara di masa lalu. Juga ketika saya pindah dari Moto2 ke MotoGP,” ujar Bastianini di Aragon, Kamis. “Tapi tahun ini kami lebih sering bicara! Dimulai dari balapan pertama. Kami menunggu lama untuk pengumuman ini. Tapi pikiran saya sudah bulat.”

Keputusan ini tak lepas dari performa KTM yang dinilai stagnan. Hasil terbaik Bastianini bersama RC16 hanyalah podium di Catalunya musim lalu dan Sprint di COTA tahun ini. Saat ini ia duduk di posisi 12 klasemen, dan ia menyebut kurangnya perkembangan sejak 2025 menjadi faktor utama.

Baca Juga Fermin Aldeguer Kembali ke Motor, Ducati Hampir Kekuatan Penuh

“Saya punya hubungan yang sangat baik dengan Tech3 dan semua orang di dalam garasi. Ketika Anda perlu melakukan perubahan, itu selalu rumit,” jelasnya. “Saya sudah memikirkan masa depan sejak awal tahun, dari balapan pertama, karena saya melihat banyak potensi pada motor Aprilia dan saya pikir itu bisa menjadi masa depan saya.”

“Akhirnya, Senin lalu kami mengumumkan dengan Trackhouse dan saya sangat senang. Tahun depan kami punya motor berbeda, ban berbeda, dan itu akan banyak berubah. Tapi saya pikir saya bisa kompetitif. Saya harus jujur; kami tidak menemukan banyak kecepatan dari tahun lalu sampai sekarang. Kadang dengan crew chief dan teknisi KTM kami menemukannya, tapi tidak di semua situasi. Karena itu saya memutuskan untuk pindah demi masa depan.”

Keputusan berani ini jelas akan menjadi salah satu sorotan menarik menuju musim 2027. Akankah Bastianini mampu membuktikan bahwa pilihannya tepat? Kita tunggu saja aksinya di trek.