Enea Bastianini mengungkapkan kekhawatirannya menjelang balapan terakhir bersama KTM, di mana ia menyebut karakteristik motor RC16 memiliki jendela setup yang sempit sehingga rentan mengalami bencana. Pembalap Red Bull KTM Tech3 itu menyampaikan hal ini setelah balapan MotoGP Misano, menyoroti perbedaan besar antara motor Ducati yang ia kendarai sebelumnya dengan motor KTM saat ini.
Selama membela Ducati, Bastianini menikmati fleksibilitas setup yang lebar pada Desmosedici, memungkinkan adaptasi mudah di berbagai sirkuit dan kondisi cuaca. Namun, ia menilai RC16 hanya memiliki rentang penyesuaian yang sangat terbatas. "Jendela setup sangat sempit, saat ini, pada motor ini," ujarnya. "Anda harus bekerja di dalam jendela itu. Jika mencoba keluar, hasilnya bencana."
Menurut Bastianini, masalah utama adalah ketidakstabilan pada bagian depan motor, terutama di awal balapan. Ia merasakan banyak pergerakan dari front end dan merasa ban depan berada di batas maksimal. "Di awal balapan sangat rumit," jelasnya. "Kami memiliki banyak pergerakan dari depan dan saya merasakan ban depan sangat di limit." Namun, seiring berjalannya balapan, kondisi membaik dan ia bisa lebih memanfaatkan ban belakang untuk bermanuver.
Pada balapan Misano, Bastianini tampil impresif dengan finis di posisi kedelapan setelah start dari posisi ke-16. Ia menyalip Luca Marini di lap terakhir dan mencatatkan waktu lap 1 menit 31,2 detik. "Saya tidak terkejut karena biasanya di akhir balapan ketika saya memiliki kepercayaan diri dan dukungan dari ban depan, saya bisa melakukannya," tuturnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim perlu bekerja keras untuk menemukan solusi agar performa lebih konsisten.
Baca Juga Fermin Aldeguer Tunjukkan Aksi Agresif di MotoGP 2025Bastianini juga menyoroti bahwa masalah setup ini tidak hanya dirasakan olehnya, tetapi juga oleh rekan setimnya, Pedro Acosta. Keduanya sering kesulitan menemukan feeling yang sama pada motor antara sesi latihan dan balapan. "Ini terjadi setiap akhir pekan," katanya. "Saya berharap setelah balapan ini kami memiliki gambaran yang lebih jelas karena pada hari Minggu kami kompetitif."
Dengan sisa balapan yang semakin sedikit, Bastianini bertekad memberikan hasil terbaik untuk KTM sebelum hengkang. Ia menyadari bahwa perbaikan harus segera dilakukan, terutama dalam memperlebar jendela setup motor. "Saya tahu apa yang perlu kami temukan untuk masa depan. Saya sudah jelas di dalam pikiran saya, tetapi tidak mudah untuk melakukannya," pungkasnya. Pernyataan ini menjadi sinyal bahwa KTM masih memiliki pekerjaan rumah besar dalam pengembangan motor RC16.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!