Pandeglang, Nusantara Media - Banjir kembali melanda Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sejak Minggu (8/2/2026) pukul 10.00 WIB. Ketinggian air mencapai 40-85 cm, menggenangi empat kampung dan memengaruhi ratusan kepala keluarga (KK). Warga setempat menyuarakan kekecewaan atas janji-janji manis pemerintah daerah yang belum terealisasi, terutama terkait normalisasi sungai dan tanggul, di tengah hujan deras yang terus mengguyur wilayah tersebut.

Banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan air dari sungai cilemer. Empat kampung yang terdampak adalah Kampung Tajur dengan 160 KK, Kampung Karang Tengah 165 KK, Kampung Sindang Rahayu 87 KK, dan Kampung Tongkol Cipariuk 15 KK. Total, 427 KK dari sekitar 1.281 jiwa terkena dampak, dengan air menggenangi rumah-rumah warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari. "Kami berharap Bupati Pandeglang tidak hanya memberikan janji manis, tapi buktikan dengan aksi nyata normalisasi sungai dan tanggul," ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, mencerminkan kecemasan kolektif di lokasi banjir.

Menurut data awal, banjir ini bukan yang pertama kali terjadi di wilayah tersebut, dan Hujan yang terus menerus sejak akhir pekan lalu memperburuk situasi, membuat warga khawatir akan potensi banjir susulan. Pemerintah Kabupaten Pandeglang belum memberikan respons resmi terkait permintaan warga ini, meski upaya evakuasi dan bantuan sementara sedang dilakukan oleh tim penanggulangan bencana setempat.

Bencana ini menyoroti isu ketahanan infrastruktur di daerah rawan banjir seperti Pandeglang, yang sering kali menjadi korban musim hujan. Pihak berwenang diharapkan segera bertindak untuk mencegah kerugian lebih lanjut, termasuk kerusakan ekonomi dan kesehatan masyarakat.