Setahun bisa mengubah segalanya di MotoGP. Jika musim lalu Marc Marquez tampil perkasa, kini giliran Aprilia yang memegang kendali. Kolumnis senior Wilco Zeelenberg, yang juga analis MotoGP untuk Ziggo Sport, mengamati pergeseran kekuatan ini dengan mata tajam. Dalam tulisannya, ia mengaku tak menyangka Aprilia bisa tampil sebaik ini, bahkan mengungguli Ducati. “Aprilia jauh lebih siap daripada Ducati,” ujarnya, sembari menunggu momen Marquez kembali fit sepenuhnya.

Zeelenberg sendiri baru saja melewati masa sulit: menjalani operasi jantung besar di musim panas. Ia bersyukur masih bisa menyaksikan balapan. “Saya terutama senang masih di sini,” katanya dengan nada lega. Pengalaman pribadi ini memberi perspektif berbeda saat menilai persaingan.

Jorge Martin memimpin klasemen dengan keunggulan 31 poin atas rival terdekatnya. Posisi ini kontras dengan tahun lalu ketika ia justru kesulitan beradaptasi dengan RS-GP. “Dia ingin terlalu cepat, terlalu banyak, dan berkali-kali cedera,” kenang Zeelenberg. Kini Martin tampil konsisten dan didukung penuh tim pabrikan.

- Advertisement -
Advertisement

Yang menarik, dominasi Aprilia tak hanya datang dari satu pembalap. Di Silverstone, tiga Aprilia naik podium, dan keempat pembalap mereka berada di enam besar klasemen. “Mereka bisa saling mengambil poin, tapi itu justru indah,” komentar Zeelenberg. Menurutnya, kunci kemajuan ada pada aerodinamika, terutama 'airfunnel' di sisi motor yang bisa ditutup lengan pembalap, menghasilkan downforce besar dan mengganggu aliran udara di belakang.

Baca Juga Bezzecchi Tercepat di FP1 Buriram 2026

Ducati masih kompetitif, tapi belum mampu menyamai konsistensi Aprilia. Zeelenberg menilai persaingan musim ini masih terbuka, dan Marquez tetap ancaman terbesar. “Begitu dia fit, dia akan datang,” ujarnya optimistis. Babak kedua musim dijanjikan penuh kejutan.