Andrea Kimi Antonelli rela mengorbankan sesi kualifikasi di kandang sendiri demi membantu rekan setimnya, George Russell, meraih posisi start terdepan di Grand Prix Italia. Kini, pembalap asal Italia itu berharap Russell akan melakukan hal serupa saat musim memasuki fase krusial.
Dengan penalty grid yang membuat peluangnya tampil kompetitif di Monza hancur, Antonelli memilih fokus menjadi "sayap" bagi George Russell yang sedang bersaing ketat di puncak klasemen. Ia memberi slipstream di lintasan lurus utama pada kedua percobaan Q3, sebelum akhirnya Russell mengunci posisi kedua di belakang Pierre Gasly yang meraih pole pertamanya.
"Jelas ini perasaan yang aneh," ujar Antonelli mengenai perannya yang tak biasa. "Saya harus melakukan pekerjaan saya, yaitu membantu George. Saya mencoba yang terbaik untuk membantu sebanyak mungkin."
Keputusan Mercedes untuk memasang komponen mesin baru di mobil Antonelli di Monza menjadi awal dari cerita ini. Sirkuit yang terkenal ramah untuk overtaking itu dipilih tim untuk memperluas kuota komponen pembalap muda tersebut, sekaligus mempersiapkannya menghadapi sisa musim.
Di Q3, Antonelli sebenarnya sempat mencoba satu putaran pribadi di tengah sesi, namun hasilnya hanya cukup untuk posisi ketujuh. Ia mengaku lap itu terasa biasa saja karena membawa bahan bakar lebih banyak dari normal demi mengamankan program tim.
Baca Juga Charles Leclerc Tercepat FP1 F1 Australia 2026, Ferrari Dominan"Saya tidak ingin membuat kesalahan yang bisa mengganggu rencana kami," jelasnya. "Rasanya campur aduk, tapi memang begitulah adanya. Kami siap bertarung besok."
Insiden ini menegaskan dinamika internal Mercedes yang menempatkan kepentingan tim di atas segalanya, termasuk dalam perebutan gelar juara. Russell pun pernah melakukan hal serupa untuk Antonelli di Zandvoort dua pekan lalu, sehingga kini giliran pembalap muda itu yang menanti "balasan" di kesempatan berikutnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!