Sesi kualifikasi Grand Prix Singapura di sirkuit jalan raya Marina Bay menyajikan pertarungan sengit yang menempatkan Ferrari sebagai salah satu protagonis utama dalam perebutan posisi start terdepan. Mengandalkan sasis SF-26 yang menunjukkan peningkatan performa signifikan di tikungan lambat dan sektor berliku, Scuderia Ferrari mampu memberikan tekanan konstan kepada Max Verstappen dan Red Bull Racing hingga detik-detik akhir sesi penentuan.
Kendati mengamankan posisi start kedua dan ketiga, garasi tim Kuda Jingkrak menyisakan rasa penasaran yang cukup besar. Lewis Hamilton, yang tampil sangat kompetitif sepanjang akhir pekan, dinilai memiliki kecepatan murni untuk merebut pole position jika mampu merangkai seluruh sektor dengan sempurna. Namun, catatan data telemetri menunjukkan bahwa juara dunia tujuh kali tersebut kehilangan waktu krusial di paruh awal lap penutupnya.
Berdasarkan analisis data dari FormulaPassion, perbandingan lap ideal dan aktual memperlihatkan perbedaan yang cukup mencolok di papan atas. Sementara Verstappen, Charles Leclerc, dan Kimi Antonelli berhasil memaksimalkan potensi terbaik mobil mereka pada percobaan pamungkas, Hamilton justru tertinggal 151 milidetik dari catatan waktu idealnya sendiri. Kehilangan waktu terbesar terjadi pada sektor pertama, sebuah margin yang sebenarnya lebih than cukup untuk mengantar pembalap Inggris tersebut meraih pole position perdananya musim ini.
Di sisi lain garasi, Charles Leclerc harus melalui sesi kualifikasi yang jauh dari kata mulus. Pembalap asal Monako itu sempat mengeluhkan ketidakstabilan pengereman di mana mobilnya kerap menarik ke sisi kiri secara misterius. Meski demikian, Leclerc mampu keluar dari tekanan berkat insting tajamnya di detik-detik akhir Q3 dengan mencatatkan putaran spektakuler yang menempatkannya hanya terpaut tipis dari catatan waktu tercepat.
Baca Juga Hamilton Tegaskan Tak Minta Prioritas di FerrariSecara teknis, performa SF-26 di Marina Bay membuktikan bahwa tingkat downforce tinggi dan konfigurasi suspensi yang sedikit lebih lembut memberikan keuntungan besar dalam hal traksi mekanis dan kemulusan melewati kerb. Ketika karakteristik sirkuit tidak menuntut mobil untuk disetel terlalu rendah dan kaku di trek lurus, potensi sasis dapat dieksploitasi secara maksimal, meski efisiensi papan atas Red Bull pada sektor akhir tetap menjadi penentu di garis finis.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!