Musim kompetisi Kejuaraan Dunia Superbike atau WSBK menghadirkan tantangan berat bagi Alvaro Bautista, yang harus berjuang keras menyesuaikan diri dengan karakter motor Ducati yang mengalami perubahan signifikan dibandingkan saat ia meraih gelar juara dunia sebelumnya. Dalam perbincangan mendalam di program DuralaVita, pembalap asal Spanyol ini membedah berbagai kendala teknis yang sempat merusak ritme balapnya sekaligus membagikan pandangannya mengenai gaya balap sejumlah kompetitor top, termasuk bintang MotoGP, Marc Marquez.

Perubahan besar pada mesin pabrikan Borgo Panigale membuat proses adaptasi awal musim berjalan tidak mudah bagi sang juara bertahan. Faktor regulasi berat badan serta komponen baru seperti lengan ayun atau swingarm ganda membuat motor terasa sangat berbeda di atas lintasan. Penyesuaian yang terus menerus dilakukan justru sempat mengorbankan feeling alaminya saat memacu kuda besi di tikungan demi tikungan.

Bagi pembalap kelahiran Talavera de la Reina ini, faktor kepercayaan diri di atas lintasan memegang peranan mutlak untuk bisa tampil kompetitif dan mengeluarkan kemampuan maksimal. Ia bahkan membandingkan karakternya dengan pembalap MotoGP Francesco Bagnaia, di mana keduanya membutuhkan umpan balik yang sempurna dari motor untuk bisa menekan hingga batas maksimal, sebuah pendekatan yang sangat berbeda jika dibandingkan dengan gaya balap sang juara dunia sembilan kali Marquez.

- Advertisement -
Advertisement

Menurutnya, Marc Marquez memiliki kemampuan istimewa untuk bisa langsung melaju kencang di atas motor apa pun tanpa harus terikat pada kondisi atau set-up yang sempurna. Sebaliknya, pembalap bernomor khas ini mengakui bahwa dirinya sangat bergantung pada kenyamanan sensorik dan kendali penuh sebelum berani melakukan manuver-manuver sulit saat berlomba melawan para rival ketatnya di barisan depan.

Baca Juga Pedro Acosta Ungkap Kabar Buruk KTM, Masalah Motor Belum Selesai

Titik balik kebangkitan akhirnya dirasakan oleh sang veteran setelah liburan musim panas, di mana serangkaian evaluasi teknis mulai membuahkan hasil positif di berbagai seri penting seperti Magny-Cours, Estoril, hingga Jerez. Dengan kembalinya rasa percaya diri tersebut, ia mampu kembali menikmati setiap detik balapan dan menutup paruh kedua musim dengan performa yang jauh lebih meyakinkan.