Fernando Alonso kembali mencuri perhatian, bukan karena aksi di lintasan, melainkan aksi jalanan di Monaco. Juara dunia F1 dua kali itu terlihat mengemudikan Bugatti Veyron Grand Sport dengan bodi aluminium mengilap yang sangat langka. Mobil ini bukan sembarang hipercar—ia adalah Veyron termahal yang pernah dibuat, dengan biaya produksi dan rekayasa khusus yang jauh melampaui harga retail model standar. Harga bodi aluminium customnya saja menembus $2,5 juta, sehingga total biaya pembuatan melebihi $5 juta. Momen ini sontak menjadi perbincangan di kalangan penggemar motorsport, terlebih di tengah ketidakpastian masa depan Alonso di F1.
Alonso memang dikenal memiliki selera otomotif yang tinggi. Namun, pemandangan dirinya membawa Veyron Grand Sport menyusuri jalanan Monte Carlo pekan ini seolah menjadi pengingat bahwa di luar tekanan kompetisi, ia tetap menikmati hidup. Mobil tersebut memiliki bodi aluminium yang dipoles tanpa cat, memberikan kilau unik yang membedakannya dari Veyron lain. Bagi kolektor, ini adalah mahakarya; bagi Alonso, mungkin sekadar kendaraan sehari-hari yang menyenangkan.

Di sisi lain, karier balap Alonso masih diliputi tanda tanya besar. Kontraknya bersama Aston Martin akan berakhir pada akhir musim ini, dan ia belum memutuskan apakah akan terus berlaga di F1 tahun depan. Pembalap berusia 45 tahun itu mengungkapkan bahwa keputusan final soal masa depannya, termasuk kemungkinan bertahan di Aston Martin untuk 2027, tidak akan diambil dalam waktu dekat. “Ini tentang memahami apakah aturan tahun depan akan berdampak pada balapan dan sisi mengemudi,” ujarnya menjelang Grand Prix Spanyol di Madrid pekan lalu. “Mobil saat ini, seperti yang sering saya bilang, bukanlah mobil terbaik untuk dikendarai dan dinikmati. Tapi tahun depan ada langkah ke arah yang benar, semoga.”
Alonso juga menekankan bahwa ia perlu mempertimbangkan program terbaik untuk tahun depan dan duduk bersama tim. “Di belakang kemudi atau dalam peran lain, di mana saya bisa membantu paling banyak, itu yang paling penting untuk diputuskan bersama,” tambahnya. Pernyataan ini memicu spekulasi bahwa ia mungkin akan beralih ke peran non-balap, meski belum ada konfirmasi resmi.
Baca Juga Pirelli: Tikungan La Monumental Madrid Jadi Ujian Terberat Ban F1Musim ini menjadi mimpi buruk bagi Alonso dan Aston Martin. Tim yang berbasis di Silverstone itu jauh dari kompetitif dan kini terpuruk di posisi ke-10 klasemen konstruktor. Dari 16 balapan, mereka hanya mengumpulkan tiga poin, semuanya disumbangkan oleh Alonso. Di Grand Prix Spanyol, Alonso finis ke-17 setelah mengalami kerusakan akibat benturan dengan Carlos Sainz. Hasil tersebut semakin menegaskan betapa sulitnya situasi di kubu Aston Martin.
Meski performa di lintasan tidak bersahabat, kehidupan di luar trek tampaknya tetap berjalan mewah untuk Alonso. Veyron Grand Sport yang dikendarainya adalah simbol status dan kecintaannya pada otomotif. Namun, pertanyaan besar tetap menghantui: akankah kita melihat Alonso kembali di grid F1 musim depan, ataukah ini saatnya ia menikmati koleksi mobilnya secara penuh? Yang jelas, keputusannya akan sangat dinantikan oleh para penggemar dan tim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!